KONTEKSBERITA.com – Koordinator Nasional Aliansi Relawan Prabowo-Gibran (ARPG), Syafrudin Budiman, membantah tudingan yang menyebut Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, sebagai pihak yang berada di belakang Roy Suryo dalam polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Pernyataan itu disampaikan Syafrudin saat diwawancarai di Jakarta, Rabu (16/9/2026), menyikapi narasi di ruang publik yang mengaitkan nama Dasco dengan gerakan Roy Suryo.
Menurut Syafrudin, tudingan semacam itu tidak boleh disampaikan serampangan tanpa dasar, bukti, maupun konteks yang jelas.
“Kalau ada tudingan bahwa Pak Sufmi Dasco Ahmad menjadi backing atau berada di belakang gerakan Roy Suryo, tentu harus ada dasar dan bukti yang jelas. Jangan sampai opini atau dugaan kemudian disampaikan seolah-olah sebagai sebuah fakta,” tegas Syafrudin.
Ia menilai narasi tersebut berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat, terutama di antara jejaring relawan pendukung pemerintah.
“Menurut saya, komentar seperti itu tidak tepat dan cenderung provokatif kalau tidak didukung fakta. Seharusnya sebelum membuat pernyataan, cek dan kroscek terlebih dahulu kepada para senior relawan Jokowi yang mengetahui perjalanan gerakan relawan selama bertahun-tahun,” ujarnya.
Syafrudin mengaku telah mengikuti dinamika kerelawanan sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Namun, ia mengaku tidak mengenal sosok yang disebut “Dije” dalam jaringan relawan Jokowi selama delapan tahun.
“Saya pribadi tidak mengenal dan tidak tahu Dije dalam dunia kerelawanan Jokowi selama delapan tahun. Karena itu, penting untuk tidak langsung mempercayai setiap pernyataan yang beredar, apalagi menyangkut tudingan serius kepada tokoh politik,” katanya.
Minta Relawan Tidak Terprovokasi
Syafrudin mengingatkan jejaring relawan Jokowi dan Prabowo-Gibran agar tidak mudah terprovokasi isu yang dapat memperkeruh hubungan kedua kelompok relawan.
“Jangan mau diadu domba. Kalau ada informasi atau isu macam-macam terkait Pak Dasco, sebaiknya dikroscek dan ditabayunkan terlebih dahulu. Jangan langsung dipercaya hanya karena beredar di media sosial,” katanya.
Menurutnya, Sufmi Dasco justru berada pada posisi strategis dalam menjaga komunikasi politik antara pendukung Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Joko Widodo.
“Bagi kami, relawan Jokowi maupun relawan Prabowo-Gibran melihat Pak Dasco sebagai sosok yang dapat menjadi bagian dari komunikasi dan pemersatu hubungan politik Prabowo dan Jokowi. Sangat disayangkan kalau kemudian muncul tuduhan bahwa beliau menunggangi atau berada di belakang gerakan Roy Suryo tanpa bukti yang jelas,” ujarnya.
Ia menegaskan polemik dugaan ijazah Jokowi seharusnya ditempatkan dalam koridor hukum dan pembuktian, bukan dijadikan alasan menyeret nama tokoh politik tanpa bukti.
“Kalau memang ada persoalan hukum, biarkan aparat dan proses hukum yang bekerja. Jangan setiap perkembangan dikaitkan dengan tokoh tertentu tanpa bukti. Kita harus mengedepankan tabayun, verifikasi, dan fakta,” pungkasnya.
(Red/Sky)

















