Rangkap Panitia Pilkades dan Pemilihan BPD Mekarwangi Disorot       

Menu ✖

Mode Gelap

NEWS · 14 Mei 2026 18:26 WIB ·

Rangkap Panitia Pilkades dan Pemilihan BPD Mekarwangi Disorot


H. Taman SW Soroti Panitia Pilkades Mekarwangi, Cikarang Barat. (Dok: Istimewa) Perbesar

H. Taman SW Soroti Panitia Pilkades Mekarwangi, Cikarang Barat. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Pemerintah Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, menggelar musyawarah desa pembentukan panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) periode 2026–2034.

Kegiatan tersebut berlangsung di aula kantor desa pada Kamis (14/5/2026) dan dihadiri oleh kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, tokoh masyarakat, lembaga kemasyarakatan, serta perwakilan warga.

Dalam rapat tersebut, muncul usulan/saran enam nama panitia Pilkades yang berasal dari unsur perangkat desa dan tokoh masyarakat. Namun, usulan/saran itu mendapat tanggapan dari salah satu tokoh masyarakat, H. Taman SW.

Ia menyoroti adanya nama-nama yang juga diketahui terlibat sebagai panitia pemilihan BPD. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat karena dinilai ada potensi rangkap tugas dalam dua agenda penting desa.

BACA JUGA:  LBH Trinusantara Keadilan Desak Polres Metro Bekasi Tuntaskan Kasus Asusila Dibawah Umur

“Yang saya ketahui nama-nama panitia Pilkades tersebut ada yang sudah menjadi panitia pemilihan BPD. Kenapa itu lagi, dari sekian banyak orang di desa Mekarwangi, apakah tidak ada yang lain,” kata H. Taman SW.

H. Taman SW juga mengungkapkan kekhawatirannya bahwa keterlibatan orang yang sama dalam dua kepanitiaan berbeda bisa memunculkan persepsi negatif, seperti ketidakmerataan kesempatan bagi warga lain.

BACA JUGA:  Graha Utama Akademi Militer Magelang Diresmikan, Jokowi Sampaikan Ini

“Jangan sampai ada anggapan dari masyarakat, koq serakah amat, Panitia BPD iya, Panitia Pilkades iya, ada apa ini? Jangan sampai ada timbul kecurigaan di masyarakat,” tegasnya

Ia juga menilai hal itu berpotensi mengganggu fokus kerja panitia karena harus menangani dua proses pemilihan sekaligus.

Ia menegaskan bahwa masukan tersebut disampaikan demi menjaga transparansi dan kelancaran proses demokrasi di tingkat desa, agar tidak menimbulkan kecurigaan di masyarakat.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Mekarwangi, Subur Rusnadi, menyatakan bahwa musyawarah desa bersifat terbuka. Ia menyampaikan bahwa nama-nama yang diusulkan belum final.

BACA JUGA:  Persiapan Perayaan Persib Juara pada 25 Mei, Pemkot Bandung Gencarkan Razia Minuman Beralkohol Ilegal

“Masukan seperti ini bagus gak jadi masalah, ini kan musyawarah. Nama-nama itu kan sudah mewakili wilayah. Makanya kita buka, bahwa nama-nama itu bukan berarti sudah baku atau sudah paten. Silahkan untuk mengajukan,” terang Subur dalam rapat.

Fenomena rangkap peran dalam kepanitiaan desa memang kerap memicu perdebatan, terutama soal transparansi dan kepercayaan publik.

Agar tidak menimbulkan kecurigaan, sebaiknya pemerintah desa benar-benar membuka ruang partisipasi seluas-luasnya dan memastikan distribusi tugas yang lebih merata, sehingga proses demokrasi di tingkat desa bisa berjalan lebih sehat dan dipercaya masyarakat.

 

(Red)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bayi Ditemukan di Teras Rumah, Polisi Buru Pelaku

5 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Jasa Raharja Terus Bergerak, Tiga Ahli Waris Korban KM Virgo Terima Santunan di Jawa Timur  

4 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Jasa Raharja Hadirkan Fitur Jaminanku di My Jasfren untuk Cek Informasi Jaminan dan Plafon Santunan Luka-Luka   

2 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Korban Pengeroyokan Tanjung Priok Diduga Diculik Sebelum Tewas

1 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Pengeroyokan Tanjung Priok

Anthony Andhika Law Firm Ucapkan Selamat kepada Kapolri Suyudi

1 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, Anthony Soroti Hukum dan Keadilan

1 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Trending di NEWS