APBD Jabar 2025 Terserap Optimal, Silpa Hanya Rp500 Ribu       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 8 Jan 2026 13:35 WIB ·

APBD Jabar 2025 Terserap Optimal, Silpa Hanya Rp500 Ribu


Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Dok: Istimewa) Perbesar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berhasil mengelola anggaran secara efektif sehingga Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) APBD 2025 tercatat hanya sebesar Rp500.000.

Angka tersebut menunjukkan bahwa APBD telah dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Barat.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan bahwa keuangan daerah merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Minimnya Silpa pada 2025 menjadi indikator bahwa belanja APBD dilaksanakan secara efektif dan tepat sasaran.

BACA JUGA:  Musrenbang Kecamatan Setu 2026: Sinergitas Forkopimcam untuk Pembangunan Berkelanjutan

“Artinya, dana yang dikelola benar-benar didistribusikan untuk kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program dan kegiatan di kabupaten dan kota, dengan tetap menjunjung prinsip akuntabilitas,” ujar Herman pada Rabu (7/1/2026).

Ia menambahkan, kondisi Silpa tahun 2025 jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata mencapai sekitar Rp1 triliun. Herman berharap, pemanfaatan APBD yang maksimal dapat mempercepat terwujudnya visi Jawa Barat istimewa.

BACA JUGA:  Tiga Lembaga Gagas, Sosialisasikan Perlindungan Hukum Penelantaran Rumah Tangga

Meski demikian, masih terdapat belanja pembangunan tahun 2025 yang belum terbayarkan dengan nilai mencapai Rp621 miliar.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan bahwa kekurangan pembayaran tersebut akan diselesaikan pada tahun 2026.

Pada Januari 2026, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat diproyeksikan menerima pemasukan sebesar Rp2 triliun ke kas daerah.

Dana tersebut akan digunakan untuk belanja gaji, tunjangan penghasilan pegawai, dan kebutuhan lainnya, sehingga masih tersisa sekitar Rp800 miliar yang dapat dialokasikan untuk membayar belanja pembangunan yang tertunda.

BACA JUGA:  Kemenbud Masih Lakukan Pendataan Kerusakan Situs Bersejarah Pascabanjir Aceh–Sumut

Menurut Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, tertundanya pembayaran belanja pembangunan disebabkan oleh berkurangnya dana bagi hasil dari pemerintah pusat pada 2025.

“Dana bagi hasil dari pemerintah pusat tidak disalurkan hampir Rp400 miliar. Seandainya dana tersebut diterima, tidak akan ada potensi penundaan pembayaran,” ujarnya.

 

(Red)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tiga Polisi Terluka Saat Baku Tembak dengan DPO di Lampung Utara

26 Agustus 2026 - 14:06 WIB

DPO Lampung

Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Forum Kota Pusaka 2027

25 Agustus 2026 - 14:21 WIB

Forum Kota Pusaka Indonesia 2027

OT Peduli Bergerak, Bantuan Gempa NTT Disalurkan

25 Agustus 2026 - 12:07 WIB

Advokat Kantor Hukum Madjid & Partners Siap Mengawal & Mendukung untuk Kemenangan Mahmud Al-Hushori sebagai Kepala Desa Setia Darma 2026-2034

24 Agustus 2026 - 09:44 WIB

Kepala Desa Setia Darma

Polsek Setu Gelar OKJ di Perbatasan Setu–Cimuning, Amankan 1 Motor Bodong

23 Agustus 2026 - 12:57 WIB

OKJ Polsek Setu

PN Cikarang Tegas, Nyumarno Cs Tetap Ditahan

20 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Trending di NEWS