KONTEKSBERITA.com – Upaya polisi menangkap seorang buronan kasus narkotika di Lampung Utara berakhir dengan baku tembak. Pria berinisial PHP (30), yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), tewas dalam kejadian tersebut. Tiga anggota kepolisian turut mengalami luka.
Peristiwa itu berlangsung di kawasan Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, sekitar pukul 02.45 WIB.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari mengatakan, petugas bergerak setelah memperoleh informasi dari masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan senjata api di kawasan tersebut.
Polisi kemudian melakukan penyisiran di sekitar Muara Jaya. Saat berada di lokasi, petugas menemukan adanya kegiatan hiburan musik dan melakukan langkah pengamanan.
Menurut keterangan kepolisian, situasi kemudian memanas setelah PHP diduga melepaskan tembakan ke arah petugas. Polisi membalas hingga terjadi baku tembak.
“Dalam kejadian tersebut, seorang pria berinisial PHP (30) tewas setelah terlibat baku tembak dengan petugas. Sementara itu, tiga anggota polisi mengalami luka,” ujar Yuni.
Tiga personel yang terluka diketahui berinisial AA, AAC, dan BA. AA menderita luka tembak di kaki kanan, AAC mengalami luka gores pada bagian pelipis, sedangkan BA terkena tembakan di perut.
Ketiga polisi sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Handayani Kotabumi. BA kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo, Bandarlampung, untuk memperoleh penanganan medis lebih lanjut pada 25 Agustus 2026.
Dari tempat kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu senjata api rakitan jenis revolver berwarna krom dengan gagang cokelat, dua butir amunisi kaliber 9 milimeter, serta tiga selongsong peluru.
Yuni menyebut PHP merupakan DPO Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Utara. Polisi kini masih menyelidiki kemungkinan keterlibatan PHP dalam jaringan peredaran senjata api ilegal.
Penyidik juga mendalami asal-usul senjata yang digunakan dalam insiden tersebut serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
“Kami akan mendalami asal-usul senjata api tersebut, termasuk kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat,” kata Yuni.
Penyelidikan masih berlangsung guna mengungkap sumber senjata api dan memastikan ada atau tidaknya keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.
(Red)















