KONTEKSBERITA.com – Kota Bandung ditetapkan sebagai tuan rumah Forum Kota Pusaka Indonesia 2027. Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan berbagai program untuk memperkenalkan jejak sejarah dan warisan budaya Bandung kepada peserta dari berbagai daerah.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan hal tersebut seusai mengikuti Forum Kota Pusaka di Kota Ternate, Maluku Utara, yang berlangsung pada 26–30 Agustus 2026.
“Sebagai anggota Forum Kota Pusaka, kami pun akan menjadi tuan rumahnya tahun 2027,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, 24 Agustus 2026.
Menurut Farhan, persiapan teknis dan penyusunan program akan dilakukan setelah seluruh rangkaian kegiatan forum di Ternate berakhir. Pemkot Bandung akan memanfaatkan momentum tersebut untuk menampilkan berbagai potensi sejarah yang menjadi bagian dari identitas kota.
Forum Kota Pusaka Indonesia menjadi wadah bagi kabupaten dan kota yang memiliki kekayaan sejarah, budaya, serta peninggalan yang berkaitan dengan perjalanan bangsa.
Bandung dinilai memiliki sejumlah catatan sejarah penting yang dapat menjadi materi utama dalam penyelenggaraan forum nasional tersebut. Dua momentum yang paling menonjol adalah pembangunan Jalan Raya Pos pada 1801 dan peran Bandung sebagai pusat diplomasi internasional pada 1955 melalui Konferensi Asia Afrika.
“Kalau Kota Bandung, jejak sejarah terkuatnya itu ada di dua momen, yaitu momen ketika dibangunnya Jalan Pos tahun 1801 dan momen saat kita mulai menjadi pusat diplomasi internasional tahun 1955,” ujar Farhan.
Kedua peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Bandung dan akan dikemas sebagai materi pengenalan kota selama Forum Kota Pusaka Indonesia 2027.
Pemkot Bandung juga akan memanfaatkan dokumentasi sejarah dan data mengenai berbagai peninggalan kota yang telah dihimpun perangkat daerah, termasuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Informasi tersebut nantinya menjadi bahan untuk menyusun materi yang dapat memperkenalkan karakter serta sejarah Bandung kepada para peserta.
Jaringan Kota Pusaka Indonesia saat ini disebut mencakup sekitar 27 kabupaten dan kota. Namun, angka tersebut masih akan melalui proses verifikasi.
Melalui forum tersebut, Pemkot Bandung berharap kekayaan sejarah kota tidak hanya menjadi bagian dari dokumentasi, tetapi juga dapat diperkenalkan secara lebih luas kepada masyarakat dan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
(Red)















