Dirut PT MMS Ditahan Bareskrim dalam Kasus Dugaan Manipulasi Nilai Ekspor Sawit       

Menu ✖

Mode Gelap

NEWS · 26 Jun 2026 10:57 WIB ·

Dirut PT MMS Ditahan Bareskrim dalam Kasus Dugaan Manipulasi Nilai Ekspor Sawit


Dirut PT MMS Ditahan Bareskrim dalam Kasus Dugaan Manipulasi Nilai Ekspor Sawit Perbesar

KONTEKSBERITA.com – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri resmi menahan Direktur Utama PT Mitra Mentari Sentosa (MMS), Whu Zeng Xie, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan manipulasi nilai ekspor minyak turunan kelapa sawit melalui praktik under invoicing.

Kasubdit I Dittipidter Bareskrim Polri, Kombes Pol. Setyo K. Heriyatno, menjelaskan penahanan dilakukan guna mendukung proses penyidikan sekaligus mempercepat pengungkapan perkara yang masih terus dikembangkan.

“Tersangka Direktur Utama PT Mitra Mentari Sentosa, saudara Whu Zeng Xie, telah dilakukan penahanan untuk kepentingan penyidikan,” ujar Kombes Pol. Setyo, Jumat (26/6/2026).

BACA JUGA:  Polisi Amankan 3 Remaja Terlibat Tawuran di Cileungsi Bogor

Dalam penyelidikan, penyidik menemukan indikasi adanya praktik under invoicing, yakni pencantuman nilai ekspor yang lebih rendah dibandingkan nilai transaksi sebenarnya pada dokumen ekspor. Dugaan tersebut berkaitan dengan ekspor minyak turunan sawit yang semestinya memenuhi ketentuan pembatasan ekspor, memiliki Persetujuan Ekspor (PE), serta dikenai kewajiban bea keluar.

Menurut Kombes Pol. Setyo, praktik tersebut diduga berpotensi merugikan negara karena adanya perbedaan antara nilai ekspor yang dilaporkan dengan kondisi sebenarnya.

BACA JUGA:  KPU Tetapkan Nomor Urut Pasangan Cabup & Cawabup Bekasi Pada Kontestasi Pilkada 2024

Sejauh ini, Bareskrim telah mendalami sebanyak 95 transaksi ekspor menuju China yang dilakukan sepanjang 2024 hingga 2026. Penyidik juga terus menganalisis berbagai dokumen untuk memperkuat alat bukti dalam perkara tersebut.

Selain itu, tim penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok dan mencocokkan dokumen ekspor yang diperoleh dari Bea Cukai dengan hasil penyidikan.

BACA JUGA:  Koperasi Barata: Bung Hatta Sang Proklamator Pemikiran Ekonomi Kerakyatan sebagai Bapak Koperasi Indonesia

“Seluruh data dianalisis dan disesuaikan dengan hasil penyidikan guna memperkuat pembuktian dalam proses pemberkasan,” jelasnya.

Bareskrim menegaskan penyidikan akan terus berlanjut untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, sekaligus menghitung potensi kerugian negara akibat dugaan pelanggaran dalam kegiatan ekspor tersebut.

“Penyidikan masih berlangsung. Kami akan mendalami seluruh rangkaian transaksi serta dokumen yang berkaitan agar perkara ini dapat diungkap secara menyeluruh,” tutup Kombes Pol. Setyo.

 

(Red)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kades Tamanrahayu Terpilih, Emin Suryana Alias Bang Jibril Tinjau Langsung Lokasi Rencana Perbaikan Jalan Dahuan

8 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Kades Tamanrahayu Terpilih

Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi   

7 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Dua Orang Ditangkap, Kasus Senpi AR-15 Bergulir ke Jakarta

6 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Senpi AR-15

Bayi Ditemukan di Teras Rumah, Polisi Buru Pelaku

5 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Jasa Raharja Terus Bergerak, Tiga Ahli Waris Korban KM Virgo Terima Santunan di Jawa Timur  

4 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Jasa Raharja Hadirkan Fitur Jaminanku di My Jasfren untuk Cek Informasi Jaminan dan Plafon Santunan Luka-Luka   

2 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Trending di NEWS