konteksberita.com | Kota Bekasi – Temu Karya Karang Taruna Kota Bekasi memasuki tahapan penting dengan agenda sidang pleno untuk menentukan arah kebijakan organisasi serta menetapkan kepemimpinan periode mendatang. Proses tersebut berlangsung setelah pembukaan kegiatan yang dinilai berjalan aman, tertib, lancar, dan penuh suasana kekeluargaan.

Photo: Steering Committee (SC) Hendra saat pelaksanaan sidang pleno di aula Nonon sontanie (Doc.cam)
Ketua Steering Committee (SC) Musda Karang Taruna Kota Bekasi, Hendra, mengatakan seluruh rangkaian pembukaan telah berlangsung kondusif dan menjadi awal bagi proses pengambilan keputusan strategis organisasi.
“Setelah pembukaan, kami akan melaksanakan sidang-sidang pleno untuk menetapkan arah kebijakan dan pemimpin Karang Taruna Kota Bekasi ke depan,” ujar Hendra. Di Aula Nonon Sonthanie, Kota Bekasi, Kamis (25/6/2026).
Dalam keterangannya, Hendra menjelaskan bahwa Karang Taruna memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam membantu mengatasi berbagai persoalan sosial di masyarakat. Selama periode kepengurusan sebelumnya di bawah kepemimpinan Haji Darkam, sejumlah unit teknis dibentuk untuk menangani persoalan sosial secara lebih spesifik.
Salah satunya adalah Taruna Usada yang fokus pada pelayanan kesehatan masyarakat. Selain itu, terdapat Karang Taruna Rescue dan Mitigasi Bencana yang berperan dalam penanganan keadaan darurat dan kebencanaan.
Menurut Hendra, seluruh relawan yang tergabung dalam unit-unit tersebut telah mendapatkan pelatihan dari lembaga yang kompeten agar mampu memberikan pelayanan secara profesional.
“Taruna Usada mendapatkan pembinaan dari Dinas Kesehatan dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Sementara tim rescue dan mitigasi bencana mendapat pelatihan serta pendampingan dari BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran yang memiliki keahlian di bidangnya,” jelasnya.
Darkam Jadi Satu-satunya Pendaftar
Pada proses penjaringan calon ketua, panitia membuka pendaftaran selama tiga hari. Dari seluruh tahapan yang berlangsung, hanya satu nama yang mendaftar sebagai calon ketua, yakni Haji Darkam.
Hendra mengungkapkan bahwa setelah proses verifikasi administrasi dilakukan, Darkam dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan umum maupun khusus yang telah ditetapkan panitia.
“Selama masa pendaftaran hanya ada satu pendaftar. Setelah diverifikasi, yang bersangkutan memenuhi seluruh persyaratan dan dinyatakan lolos,” katanya.
Informasi mengenai tahapan pencalonan tersebut, lanjut Hendra, telah dipublikasikan secara luas melalui berbagai saluran informasi, termasuk media massa dan akun resmi Karang Taruna Kota Bekasi.
Meski hanya terdapat satu kandidat, Hendra menilai hal tersebut menunjukkan soliditas organisasi dan tingginya dukungan dari pengurus tingkat kecamatan.
“Animo teman-teman kecamatan sangat luar biasa. Mungkin karena soliditas yang dibangun selama ini cukup kuat sehingga hanya ada satu kandidat yang mendaftar,” ujarnya.
Berpotensi Terpilih Secara Aklamasi
Mengacu pada tata tertib dan regulasi yang berlaku dalam Musda, calon tunggal berpeluang ditetapkan sebagai ketua terpilih secara aklamasi. Namun demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan para pemegang hak suara dalam forum.
“Dalam aturan yang kami susun, jika calon tunggal maka disebut terpilih secara aklamatif. Namun keputusan tetap menjadi hak peserta yang memiliki hak suara,” kata Hendra.
Ia mengajak seluruh pihak untuk mendukung jalannya Musda agar proses penetapan kepemimpinan dan penyusunan program kerja organisasi dapat berjalan lancar.
Karang Taruna Harus Tetap Berlandaskan Panggilan Jiwa
Lebih lanjut, Hendra menegaskan bahwa kepemimpinan di Karang Taruna tidak hanya ditentukan oleh kemampuan manajerial, tetapi juga oleh panggilan jiwa untuk mengabdi kepada masyarakat.
Menurutnya, pemimpin Karang Taruna harus memiliki tanggung jawab moral yang kuat dalam menjalankan amanah organisasi sosial kepemudaan tersebut.
“Karang Taruna merupakan panggilan jiwa. Pemimpinnya harus memiliki rasa kepedulian dan tanggung jawab moral yang besar kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap kepemimpinan yang akan datang mampu membawa Karang Taruna Kota Bekasi menjadi organisasi yang lebih maju, inovatif, dan semakin berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat.
Jadi Rujukan Daerah Lain
Hendra menilai berbagai program dan unit teknis yang dibentuk selama kepengurusan sebelumnya telah menjadikan Karang Taruna Kota Bekasi sebagai salah satu organisasi kepemudaan yang diperhitungkan di tingkat provinsi maupun nasional.
Bahkan, kata dia, banyak pengurus Karang Taruna dari berbagai daerah yang datang untuk melakukan studi banding dan bertukar pengalaman terkait pengelolaan organisasi serta pembentukan unit-unit teknis pelayanan masyarakat.
“Banyak kabupaten dan kota dari berbagai provinsi yang datang untuk belajar dan berdiskusi mengenai unit-unit teknis yang kami bentuk. Bahkan ada yang berencana menerapkan konsep serupa di daerahnya masing-masing,” pungkasnya.















