Indonesia Bidik Swasembada Solar 2026, Stop Impor       

Menu ✖

Mode Gelap

NEWS · 31 Des 2025 11:46 WIB ·

Indonesia Bidik Swasembada Solar 2026, Stop Impor


					Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Soal Impor Solar. (Dok: Istimewa) Perbesar

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Soal Impor Solar. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penghentian impor bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar pada tahun 2026.

Target tersebut sangat bergantung pada kesiapan dan beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa apabila RDMP Balikpapan telah beroperasi secara penuh, Indonesia diperkirakan akan mengalami surplus produksi Solar yang signifikan, yakni sekitar 3 hingga 4 juta kiloliter.

“Pada 2026, jika RDMP sudah selesai, kita akan surplus Solar sekitar 3 sampai 4 juta kiloliter. Artinya, agenda kita pada 2026 adalah tidak ada lagi impor Solar,” ujar Bahlil usai meninjau Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang, Jakarta, Minggu (28/12).

BACA JUGA:  Gelar Razia, Satpol PP Jaring 4 PSK di Indekos Cibinong Bogor

Meski demikian, Bahlil menegaskan bahwa realisasi kebijakan tersebut tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur serta jadwal operasional kilang yang dikelola PT Pertamina (Persero).

Kementerian ESDM saat ini terus berkoordinasi secara intensif dengan Pertamina untuk memastikan kesiapan teknis di lapangan.

Ia juga menjelaskan bahwa apabila operasional penuh RDMP Balikpapan baru dimulai pada Maret 2026, masih terdapat kemungkinan impor Solar dalam jumlah terbatas pada awal tahun guna menjaga ketahanan stok nasional.

BACA JUGA:  Dugaan Pelanggaran Prosedur Bank UOB Dilaporkan ke Polisi, Nasabah Kehilangan USD 339.448

“Semuanya tergantung Pertamina. Jika operasional penuh baru bisa Maret, maka Januari dan Februari mungkin masih diperlukan impor dalam jumlah kecil. Namun, jika ternyata tidak perlu impor pada periode tersebut, tentu tidak akan dilakukan,” jelasnya.

Selain menargetkan swasembada, Kementerian ESDM juga tengah menyusun peta jalan untuk meningkatkan kualitas Solar dalam negeri.

Saat ini, Solar yang beredar memiliki angka setana (cetane number) 51. Ke depan, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas BBM agar setara dengan standar Euro 5.

Bahlil mengakui bahwa tantangan utama peningkatan kualitas BBM terletak pada kesiapan infrastruktur kilang. Kendati demikian, pemerintah berkomitmen untuk terus memutakhirkan teknologi kilang demi memenuhi standar lingkungan yang lebih baik.

BACA JUGA:  Kunjungan Kenegaraan, Presiden Prabowo Disambut Hangat di Istana Planalto, Brasilia

“Tujuan kita ke arah Euro 5. Memang saat ini infrastruktur kilang belum sepenuhnya mendukung, tetapi upaya ke arah sana akan terus kita lakukan,” tutupnya.

Sebagai informasi, proyek RDMP Kilang Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi mencapai USD 7,4 miliar atau sekitar Rp126 triliun.

Proyek ini menjadi salah satu investasi terbesar yang dilakukan BUMN dalam satu lokasi guna menekan impor BBM nasional.

 

(Red)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polisi Sita 1,5 Kg Sabu di Kebon Jeruk, Dua Pria Ditangkap

27 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Sabu di Kebon Jeruk

Korban Kecelakaan Minibus di Tol Terpeka Tulang Bawang Barat, Jasa Raharja Gercep Pelayanan

26 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Hadapi Tantangan Ekonomi 2027, Jasa Raharja Perkuat Strategi Keberlanjutan Bisnis melalui Economic Insights

26 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Sindikat Promosi Judol di Makassar Diduga Raup Rp1,3 Miliar

25 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Polres Jakbar Bongkar 43 Kasus Pencurian, 53 Orang Diamankan

23 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Polda Riau Sita 6.500 Liter Biosolar Subsidi di Siak

22 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Polda Riau
Trending di NEWS