Wildan Faturrahman Desak Disdik Tanggung Jawab atas Dugaan Pemalsuan Data Domisili di SMPN 12 Kota Bekasi       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 8 Jul 2025 12:17 WIB ·

Wildan Faturrahman Desak Disdik Tanggung Jawab atas Dugaan Pemalsuan Data Domisili di SMPN 12 Kota Bekasi


SPMB SMPN 12 Kota Bekasi. (Dok: Istimewa) Perbesar

SPMB SMPN 12 Kota Bekasi. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Dugaan pemalsuan data jalur domisili dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 di SMPN 12 Kota Bekasi semakin menjadi sorotan. Sejumlah orang tua murid melaporkan bahwa anak mereka yang tinggal sangat dekat dengan sekolah justru tersingkir oleh peserta lain yang diduga menggunakan data domisili palsu.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Faturrahman, S.Kep., menyayangkan terjadinya dugaan kecurangan dalam proses seleksi yang seharusnya menjunjung asas keadilan.

BACA JUGA:  Rapat dengan Komisi II DPR RI, Mendagri Jelaskan Realisasi Anggaran Kemendagri 2023 di Atas Rerata Nasional

“Dinas Pendidikan harus bertanggung jawab dan segera mengakomodir siswa-siswi yang tersingkir akibat dugaan pemalsuan data ini,” tegas Wildan saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon.

Wildan juga mendesak agar Pemerintah Kota Bekasi segera turun tangan menangani masalah tersebut.

“Pemerintah daerah, khususnya Wali Kota, harus memfasilitasi penyelesaian masalah ini. Jangan sampai ada anak Kota Bekasi yang tidak bersekolah hanya karena kesalahan sistem,” tambahnya.

BACA JUGA:  Warga Giat Kerja Bakti, Kades Markun Hidayat: Menumbuhkan Semangat Gotong Royong

Sebelumnya, awak media telah mencoba menghubungi beberapa pejabat di Dinas Pendidikan Kota Bekasi untuk meminta konfirmasi terkait dugaan pemalsuan data. Namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi yang diberikan.

Saat kemarin (7/07) mendatangi langsung kantor Dinas Pendidikan, awak media diinformasikan bahwa para pejabat terkait tengah mengikuti rapat di luar kantor.

BACA JUGA:  Buronan Interpol Inggris Diciduk Setibanya di Bali

Kasus ini menyoroti potensi penyalahgunaan sistem zonasi yang seharusnya memberi keadilan bagi siswa dengan jarak tempat tinggal terdekat dari sekolah.

Alih-alih menjadi solusi, sistem tersebut justru dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi.

Masyarakat berharap Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, segera turun ke lapangan untuk melihat langsung permasalahan dan memberikan solusi konkret bagi siswa yang dirugikan.

 

(Red/IM/Sky)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Wadir Binmas Polda Metro Jaya Beri Arahan Personel Pam TPS Pilkades Setu

19 September 2026 - 15:23 WIB

Cegah Gangguan Kamtibmas, Polsek Cikarang Barat Gelar Patroli Gabungan

19 September 2026 - 15:09 WIB

Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Dua Ahli Waris Korban KM Virgo Transport 8 di Jawa Barat 

18 September 2026 - 14:01 WIB

Satresnarkoba Polres Metro Bekasi Ungkap Peredaran 207 Butir Obat Keras Daftar G di Cikarang Selatan

17 September 2026 - 21:48 WIB

Satresnarkoba Polres Metro Bekasi

Pimpin Pelantikan PPAT, Tarbarita Simorangkir: Integritas Itu Identitas, Biaya Harus Jelas

17 September 2026 - 16:32 WIB

Tarbarita Simorangkir

Syafrudin Budiman Bantah Dasco Jadi Backing Roy Suryo: Jangan Terprovokasi Isu Tak Berdasar

17 September 2026 - 16:03 WIB

Syafrudin Budiman
Trending di NEWS