Disperkimtan Kabupaten Bekasi Targetkan Dua Program Unggulan Atasi Kemiskinan Ekstrem       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 16 Mei 2025 14:43 WIB ·

Disperkimtan Kabupaten Bekasi Targetkan Dua Program Unggulan Atasi Kemiskinan Ekstrem


Kadis Perkimtan, Nur Chaidir, Dampingin Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, Tinjau Pembangunan Rutilahu. (Dok: Istimewa) Perbesar

Kadis Perkimtan, Nur Chaidir, Dampingin Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, Tinjau Pembangunan Rutilahu. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi menargetkan dua program unggulan, yaitu Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) atau pembangunan jamban.

Kedua program ini bertujuan untuk mendukung program prioritas Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penurunan angka stunting, sejalan dengan visi Kabupaten Bekasi yang “Bangkit, Maju, dan Sejahtera.”

“Program Rutilahu merupakan bagian dari inisiatif pemerintah untuk membantu masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni agar dapat menempati rumah yang layak,” ujar Kepala Disperkimtan Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir, pada Jumat (16/5/2025).

BACA JUGA:  Masa Jabatan Diperpanjang 2 Tahun, Kades Ciledug Setu Fokus Program Prioritas

Chaidir menjelaskan bahwa kriteria utama rumah layak huni mencakup kondisi atap, lantai, dan dinding. Sementara itu, elemen tambahan seperti perabotan atau aksesoris hanya bersifat pelengkap. Program ini juga mengedepankan semangat gotong royong dalam pelaksanaannya.

“Rutilahu pada dasarnya adalah program gotong royong. Pemerintah memberikan bantuan sebagai stimulus agar masyarakat penerima ikut terlibat dalam pembangunan rumah mereka,” katanya.

Jumlah 1.670 unit rumah yang mendapatkan bantuan Rutilahu tersebar di berbagai desa. Setiap desa memperoleh alokasi antara 15 hingga 20 unit.

BACA JUGA:  OJK Buat Aturan Baru Bagi Debt Collector Pinjol, Nasabah Harus Tahu

Program ini bertujuan untuk mendorong partisipasi warga, termasuk keluarga dan tetangga penerima, serta pemerintah desa dalam membangun rumah secara gotong royong.

“Dari situ kami bisa menilai sejauh mana semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat desa dalam membantu sesama,” tambah Chaidir.

Selain program Rutilahu, Disperkimtan juga menginisiasi program sanitasi lingkungan dengan membangun jamban atau WC di setiap rumah, terutama untuk mencegah praktik buang air besar sembarangan seperti yang masih terjadi di beberapa wilayah, contohnya Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan.

BACA JUGA:  Wali Kota Bekasi Rotasi 61 ASN, Fokus Perkuat Layanan Publik

Pembangunan WC diharapkan dapat mendukung upaya penurunan angka stunting. Meski program ini sudah berjalan, penyelesaiannya masih terkendala karena menyesuaikan dengan sumber pendanaan.

Chaidir menjelaskan bahwa terdapat dua sumber anggaran untuk program ini, yaitu Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Untuk saat ini, Disperkimtan memprioritaskan pelaksanaan program Rutilahu terlebih dahulu.

 

(Red)

*Update Berita Lainnya di Google News.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Suryo Wijoyo Raih Doktor Ilmu Hukum Cumlaude, Usung Standardisasi Visum et Repertum

11 September 2026 - 17:54 WIB

Konsisten Terapkan GRC,Jasa Raharja Raih Empat Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026 

11 September 2026 - 14:05 WIB

Polresta Klaten Bongkar Penyalahgunaan Pertalite, Kerugian Negara Ditaksir Rp378 Juta

10 September 2026 - 16:16 WIB

Nomor Urut 3 di Pilkades Gandamekar, Kempit Programkan Perluasan Lapangan Kerja dan Prioritaskan Warga Gandamekar

9 September 2026 - 17:10 WIB

Kempit

Pilkades Sukadanau, H. Parta Nomor Urut 2 Siap Rangkul Warga dan Benahi Tata Kelola Desa

9 September 2026 - 14:58 WIB

Pilkades Sukadanau

Satpol PP Bandung Intensif Patroli, Warga Diminta Aktif Melapor

8 September 2026 - 15:46 WIB

Trending di NEWS