konteksberita.com | Jakarta – Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat kesadaran hukum dan nilai kebangsaan di kalangan generasi muda Indonesia.
Praktisi hukum Dato Dr(c) H. Kemas Ridwan Anthony Taufan mengatakan bahwa generasi muda harus tampil sebagai agen perubahan yang mampu menjaga persatuan, menjunjung tinggi hukum, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Anthony, Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum negara yang menjadi landasan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Penegakan hukum yang adil tidak akan terwujud tanpa dukungan generasi muda yang memiliki integritas, karakter kuat, dan kesadaran kebangsaan yang tinggi,” ujarnya pada Senin (1/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa tantangan global dan perkembangan teknologi telah menghadirkan berbagai persoalan baru yang membutuhkan keteguhan terhadap nilai-nilai Pancasila.
Berbagai fenomena seperti penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, intoleransi, hingga pelanggaran etika di ruang digital dinilai dapat mengancam persatuan nasional apabila tidak disikapi dengan bijak.
Oleh karena itu, Anthony mengajak generasi muda untuk menjadi pelopor budaya sadar hukum dan menjaga ruang publik digital yang sehat.
Sebagai Ketua Umum Goegoek Kesultanan Palembang Darussalam se-Jabotabek, Anthony menegaskan bahwa setiap sila dalam Pancasila mengandung prinsip-prinsip universal yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Ia berharap tema Hari Lahir Pancasila 2026, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” , dapat menjadi semangat bersama dalam membangun Indonesia yang kuat, adil, demokratis, dan berdaulat.
“Generasi muda harus menjadi penjaga nilai konstitusi, hukum, dan persatuan bangsa agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global di masa depan,” tandasnya.














