KONTEKSBERITA.com – Arus balik Lebaran 2026 di Jalur Pantura Kabupaten Bekasi terpantau masih dalam kondisi terkendali meski terjadi peningkatan volume kendaraan. Kepadatan sempat terlihat pada H+6 Idul Fitri 1447 H, Jumat (27/3/2026), dengan antrean kendaraan sepanjang sekitar satu kilometer dari kawasan Lotte Mart Cikarang hingga Simpang Sentra Grosir Cikarang (SGC).
Kondisi tersebut terjadi menjelang puncak arus balik gelombang kedua yang diperkirakan berlangsung pada akhir pekan. Meski demikian, situasi lalu lintas masih berada dalam batas aman dan tidak menimbulkan gangguan signifikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Agus Budiono, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk menghadapi potensi lonjakan kendaraan.
Pemantauan arus lalu lintas dilakukan secara intensif bersama kepolisian di titik-titik rawan kemacetan guna memastikan perjalanan pemudik tetap lancar.
Beberapa lokasi yang kerap menjadi titik kepadatan antara lain Simpang SGC, pertigaan Tol Telaga Asih, serta ruas Pasar Induk Cibitung hingga Tambun Selatan. Di kawasan tersebut, pengawasan dan pengaturan lalu lintas menjadi prioritas utama.
Dishub Kabupaten Bekasi juga telah menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas untuk menghadapi puncak arus balik gelombang kedua yang diperkirakan terjadi pada 28–29 Maret 2026.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemasangan kembali pembatas jalan (barrier) di sejumlah titik strategis jika terjadi peningkatan volume kendaraan yang signifikan.
Selain itu, beberapa lampu lalu lintas masih difungsikan sebagai lampu peringatan (warning light) sehingga pengaturan arus kendaraan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Seluruh upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pihak kepolisian demi menjaga kelancaran dan keselamatan arus balik Lebaran di wilayah Bekasi.
(Red)














