Gerakan Pangan Murah, Diserbu Warga       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 12 Feb 2026 14:09 WIB ·

Gerakan Pangan Murah, Diserbu Warga


Photo : Kepala dinas Ketahanan pangan Kota Bekasi, Karto saat meninjau lokasi di Bekasi utara (Doc.cam) Perbesar

Photo : Kepala dinas Ketahanan pangan Kota Bekasi, Karto saat meninjau lokasi di Bekasi utara (Doc.cam)

Konteksberita.com || Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) kembali mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga bahan pokok dan melindungi daya beli masyarakat.

Program yang digelar secara berkala di berbagai wilayah ini menjadi salah satu instrumen Pemkot Bekasi dalam merespons fluktuasi harga pangan, terutama komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, dan daging.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi, Karto, menegaskan bahwa GPM merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam memastikan akses masyarakat terhadap pangan dengan harga lebih terjangkau.

“Gerakan Pangan Murah ini adalah program stabilisasi harga yang kami jalankan bersama sejumlah mitra, termasuk Bulog dan pelaku usaha pangan. Tujuannya untuk membantu masyarakat di tengah dinamika harga pasar,” ujar Karto, Kamis (12/2/2026).

BACA JUGA:  Sidang Saksi Edccash, Kuasa Hukum Terdakwa Protes JPU Intervensi Saksi

Menurutnya, intervensi harga melalui GPM mampu menekan harga jual komoditas hingga sekitar 30 persen lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Pada kegiatan kali ini, minyak goreng dijual seharga Rp15.000 per liter. Harga tersebut berada di bawah harga pasar yang saat ini berkisar Rp17.000 hingga Rp18.000 per liter.

“Di pasar harga minyak variatif. Lewat GPM, masyarakat bisa mendapatkan dengan harga Rp15.000. Ini bentuk konkret stabilisasi harga,” jelasnya.

BACA JUGA:  Moment Ramadhan, Disperkimtan Bagi-Bagi Takjil Gratis

Selain minyak goreng, daging juga menjadi komoditas yang paling diminati warga. Jika di pasar harga daging berada di kisaran Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram, melalui GPM masyarakat dapat membeli dengan harga mulai Rp85.000 hingga Rp100.000 per kilogram.

“Perbedaan harga ini tentu sangat membantu masyarakat, khususnya untuk kebutuhan protein hewani,” tambah Karto.

Pemkot Bekasi menempatkan Gerakan Pangan Murah sebagai program tahunan yang dilaksanakan rutin sepanjang tahun. Dalam satu tahun, kegiatan ini digelar sekitar 13 kali dengan lokasi yang berpindah-pindah guna menjangkau lebih banyak warga.

Program ini menyasar masyarakat umum, terutama kelompok rentan yang paling terdampak kenaikan harga bahan pokok. Pemkot Bekasi juga memanfaatkan GPM sebagai sarana edukasi tentang pentingnya konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman.

BACA JUGA:  Diduga Hendak Tawuran, Sekelompok Remaja di Cikarang Utara Diamankan Polisi

Gerakan Pangan Murah tahun ini diawali dengan antusiasme tinggi dari warga. Pemerintah daerah memastikan kegiatan serupa akan terus digelar sebagai bagian dari kebijakan pengendalian inflasi daerah.

“Ini adalah komitmen Pemkot Bekasi untuk hadir di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi dengan harga yang wajar,” tutup Karto.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, dan pelaku usaha pangan, Pemkot Bekasi berharap stabilitas harga tetap terjaga serta tekanan inflasi dapat dikendalikan.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi Kebut Perbaikan Jalan Rusak

30 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Perbaikan Jalan Rusak Bekasi

Malam Puncak HUT ke-81 RI di Harapan Jaya, Warga Kompak dan Guyub

30 Agustus 2026 - 00:58 WIB

Butuh Uang Beli Sabu, Dua Pria Bunuh Driver Taksi Online

29 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Pembunuhan Driver Online

Bareskrim Bongkar Kasino Ilegal di Sukoharjo, 30 Orang Jadi Tersangka

28 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Casino di Sukoharjo

Di AIIF 2026, Dirut Jasa Raharja Paparkan Masa Depan Perlindungan Publik Berbasis AI 

28 Agustus 2026 - 11:46 WIB

SMSI Kukuhkan Pokja Jaga Desa, Hasyim Djojohadikusumo: Jakarta Tetap Aman

28 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Pokja Newsroom Jaga Desa
Trending di NEWS