Di AIIF 2026, Dirut Jasa Raharja Paparkan Masa Depan Perlindungan Publik Berbasis AI        

Menu ✖

Mode Gelap

NEWS · 28 Agu 2026 11:46 WIB ·

Di AIIF 2026, Dirut Jasa Raharja Paparkan Masa Depan Perlindungan Publik Berbasis AI 


Photo: Direktur utama PT Jasa Raharja Muhamad Awaluddin saat giat Di AIIF 2026, Masa Depan Perlindungan Publik Berbasis AI (Doc.Ist) Perbesar

Photo: Direktur utama PT Jasa Raharja Muhamad Awaluddin saat giat Di AIIF 2026, Masa Depan Perlindungan Publik Berbasis AI (Doc.Ist)

Konteksberita.com | Bandung – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah cara Jasa Raharja dalam melindungi masyarakat. Teknologi ini tak hanya digunakan untuk mempercepat pelayanan kepada korban kecelakaan, tetapi juga untuk membaca pola risiko dan membantu mencegah kecelakaan lalu lintas sebelum terjadi.

Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero), Muhammad Awaluddin, memaparkan arah transformasi tersebut dalam sesi panel “AI Mobility & Transportation Ecosystems” pada AI Indonesia Initiative Forum (AIIF) 2026 di Aula Timur Institut Teknologi Bandung, pada Kamis (27/08/2026).

Dalam forum yang mempertemukan regulator, akademisi, pelaku industri transportasi, dan praktisi teknologi itu, Awaluddin mengatakan bahwa pemanfaatan AI harus bermuara pada perlindungan publik yang lebih cepat, tepat, dan berorientasi pada pencegahan.

“Transformasi digital harus membawa perubahan nyata terhadap cara kita melindungi masyarakat. Dengan dukungan data dan AI, Jasa Raharja ingin bergerak dari pendekatan yang bersifat responsif menuju perlindungan yang semakin prediktif, preventif, dan preskriptif,” papar Awaluddin.

BACA JUGA:  Polisi Selidiki Peristiwa Tiga Mobil Terbakar di Halaman Parkir Masjid Al Falah Cirebon

Menurut Awaluddin, Jasa Raharja memiliki ekosistem pelayanan yang terhubung dengan berbagai pemangku kepentingan. Antara lain Kepolisian, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, rumah sakit, Samsat, serta institusi terkait lainnya. Kolaborasi dan integrasi data dalam ekosistem tersebut menjadi fondasi penting bagi pengembangan sistem perlindungan publik berbasis teknologi.

Salah satu implementasi yang telah dikembangkan adalah pemanfaatan teknologi dalam JR-Care untuk mendukung percepatan pelayanan kepada korban kecelakaan. Melalui proses digital dan verifikasi dokumen, data korban serta informasi medis dapat diproses secara lebih cepat, konsisten, dan akurat. Dengan begitu, penerbitan surat jaminan bagi korban dapat dilakukan lebih efisien.

“Teknologi harus membuat korban semakin mudah memperoleh pelayanan. Prinsipnya tetap berpusat pada manusia. AI membantu proses pengambilan keputusan, tetapi empati, akuntabilitas, dan kepentingan korban harus tetap menjadi pusat dari setiap inovasi,” kata Awaluddin.

Selain memperkuat layanan JR-Care, Jasa Raharja tengah mengembangkan tiga fokus pemanfaatan AI. Pertama, AI-Based Accident Prediction and Prevention System untuk memetakan wilayah rawan, mengenali pola kecelakaan, dan memberikan rekomendasi intervensi keselamatan.

BACA JUGA:  Polsek Setu Tingkatkan Keamanan Malam Hari Lewat Giat OKJ dan Patroli Mobile

Kedua, AI Predictive Collection untuk mendukung pemetaan tingkat kepatuhan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan atau PKB-SWDKLLJ. Ketiga, AI Medical Claim and Fraud Intelligence untuk mendukung validasi klaim medis, mendeteksi anomali, menentukan prioritas pemeriksaan, serta memperkuat tata kelola pelayanan secara objektif dan akuntabel.

Namun, Awaluddin mengingatkan bahwa peningkatan pemanfaatan AI harus diikuti dengan tata kelola yang kuat. Perlindungan data pribadi, keamanan siber, transparansi penggunaan teknologi, mitigasi bias algoritma, serta pengawasan manusia merupakan elemen penting untuk menjaga kepercayaan publik.

“Kecepatan inovasi tidak boleh melampaui kesiapan tata kelolanya. AI harus dikembangkan secara aman, bertanggung jawab, dan dapat dipertanggungjawabkan karena teknologi ini digunakan untuk mendukung pelayanan yang menyangkut keselamatan dan perlindungan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa persoalan keselamatan transportasi tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi maupun satu moda transportasi. Dibutuhkan integrasi dan kolaborasi antara pemerintah, regulator, operator transportasi, industri asuransi sosial, fasilitas kesehatan, akademisi, dan pengembang teknologi.

BACA JUGA:  Kapolres Metro Bekasi Pimpin Apel Pengamanan Unras, Tekankan Pengamanan Secara Humanis

Kolaborasi tersebut diperlukan agar data yang berasal dari berbagai sektor dapat diolah menjadi pemahaman bersama mengenai pola mobilitas dan risiko keselamatan. Dengan demikian, kebijakan serta program pencegahan kecelakaan dapat disusun secara lebih akurat dan berbasis bukti.

“Masa depan perlindungan publik berbasis AI hanya dapat dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan para inovator,” ujar Awaluddin.

Melalui partisipasi dalam AI Indonesia Initiative Forum 2026, Jasa Raharja berkomitmen untuk terus mendorong pemanfaatan teknologi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, akurat, mudah diakses, serta mendukung terciptanya perjalanan yang lebih aman bagi seluruh pengguna jalan.

 

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan, Jasa Raharja Perkuat Literasi Keuangan Ahli Waris Korban Kecelakaan 

16 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Pokja Wartawan Setu dan Prabu Peduli Lingkungan Ikuti Aksi Solidaritas Wartawan di Pemkab Bekasi

15 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Pokja Wartawan Setu

Cegah Sampah Liar, UPTD Kebersihan Bekasi Utara Turun ke Perbatasan

15 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Kasus Gangguan Ibadah di GKPI Rajeg, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

13 Oktober 2026 - 12:18 WIB

GKPI Rajeg

Jasa Raharja dan Kejati Sumut Perkuat Sinergi Kelembagaan dan Tata Kelola Perusahaan  

12 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Pelaku Penembakan Pelajar di Garut Ditangkap, Airsoft Gun Disita

12 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Resmob Polda Jabar
Trending di NEWS