Kapolda Metro Jaya Tekankan Empati sebagai Modal Utama Anggota Pamapta       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 26 Okt 2025 08:00 WIB ·

Kapolda Metro Jaya Tekankan Empati sebagai Modal Utama Anggota Pamapta


Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol. Ade Ary Syam Indradi. (Dok: Istimewa) Perbesar

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol. Ade Ary Syam Indradi. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri, menegaskan pentingnya menanamkan rasa empati dalam diri setiap anggota kepolisian, khususnya bagi personel Pamapta.

Pesan tersebut ia sampaikan saat memberikan pengarahan kepada 393 anggota Pamapta dari jajaran Polres, Polsek, hingga Polda Metro Jaya.

Menurut Irjen Pol. Asep, Pamapta merupakan garda terdepan dalam pelayanan publik kepolisian.

“Pamapta adalah wajah pertama kepolisian yang berhadapan langsung dengan masyarakat, menjadi etalase pelayanan publik bagi institusi Polri,” ujarnya sebagaimana disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol. Ade Ary Syam Indradi, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/10/2025).

BACA JUGA:  Kepala Desa Cijengkol Setu, H. A Saepulloh: Dari Rakyat untuk Rakyat

Brigjen Pol. Ade Ary menjelaskan bahwa tugas Pamapta tidak hanya sebatas sebagai petugas piket. Mereka adalah pihak pertama yang berinteraksi langsung dengan masyarakat ketika terjadi gangguan keamanan, kebakaran, atau laporan tindak kejahatan.

Begitu laporan diterima, Pamapta wajib segera menuju tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, menenangkan warga, serta berkoordinasi dengan satuan lain seperti Reserse, Lalu Lintas, dan Samapta.

Dalam situasi seperti kebakaran, Pamapta juga perlu berkoordinasi dengan penyidik dan tim Laboratorium Forensik agar proses olah TKP berjalan sesuai prosedur.

BACA JUGA:  PAN Serahkan Rekomendasi 8 Calon Gubernur Saat Rakernas PAN

“TKP harus dijaga dalam kondisi status quo, diberi police line, dan anggota harus berkomunikasi dengan masyarakat sekitar untuk menggali informasi awal. Pamapta juga memimpin pelaksanaan piket fungsi lainnya di lokasi,” jelas Ade Ary.

Selain itu, Pamapta juga berperan menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar TKP agar tidak menimbulkan kemacetan. Di luar situasi darurat, mereka menjalankan patroli dialogis pada jam-jam rawan berdasarkan analisis data kriminalitas.

BACA JUGA:  Kapolsek Setu AKP Ani Widayati Ajak LSM GNRI Sinergi Jaga Keamanan Wilayah

“Patroli dialogis dilakukan dengan berinteraksi langsung bersama masyarakat untuk menciptakan rasa aman,” tambahnya.

Lebih lanjut, Brigjen Pol. Ade Ary menegaskan kembali pesan Kapolda bahwa empati merupakan modal utama bagi seorang Pamapta.

Setiap warga yang datang ke kantor polisi baik untuk melapor kehilangan, meminta bantuan, maupun mencari perlindungan harus disambut dan dilayani dengan penuh kepedulian.

“Para Pamapta harus memiliki empati. Masyarakat yang datang ke kantor polisi atau melapor melalui layanan 110 adalah saudara kita sendiri,” tegasnya.

 

(Red)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pemkot Bekasi Gelar Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Tekankan Kolaborasi Pembangunan

16 April 2026 - 20:57 WIB

Lapdu Diterima, Kuasa Hukum Desak Kejari Subang Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Ambulans

15 April 2026 - 21:29 WIB

Korupsi Ambulans

Dishub Kabupaten Bekasi Optimalkan Sistem Layanan Aplikasi KIR Online Bekasi

15 April 2026 - 12:13 WIB

KIR Online Bekasi

Halal Bihalal Pensiunan, Wawali Bekasi Perkuat Silaturahmi

15 April 2026 - 11:12 WIB

Polisi Gagalkan Penyelundupan Thrifting Ilegal di Perbatasan NTT

14 April 2026 - 16:28 WIB

Polda NTT

Tri Adhianto dan Dirut Tirta Patriot Raih Penghargaan di TOP BUMD Awards 2026

14 April 2026 - 11:30 WIB

Trending di NEWS