Sistem Pilpres Dua Putaran, Bagaimana Mekanismenya?       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 14 Jan 2024 09:44 WIB ·

Sistem Pilpres Dua Putaran, Bagaimana Mekanismenya?


Ilustrasi Pemilihan Presiden. (Dok: Istimewa) Perbesar

Ilustrasi Pemilihan Presiden. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Sistem Pemilihan Presiden (Pilpres) Dua Putaran adalah salah satu metode demokrasi yang diterapkan di Indonesia untuk menentukan pemimpin negara.

Sistem ini diadopsi untuk memastikan bahwa presiden yang terpilih memiliki dukungan mayoritas masyarakat.

Berikut adalah penjelasan tentang bagaimana sistem ini beroperasi di Indonesia.

1. Mekanisme Pemilihan Dua Putaran

Konstitusi Indonesia UUD 1945 mengatur tentang sistem pemilihan calon presiden dan wakil presiden (pilpres) dua putaran.

Itu bisa dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) jika ada lebih dari 2 pasangan calon presiden dan wakil presiden yang memenuhi syarat berkontestasi.

Pada tahap pertama, pasangan calon presiden dan wakil presiden yang memperoleh suara lebih dari 50% secara langsung bisa terpilih menjadi presiden.

BACA JUGA:  Proses Pengurusan Sertifikasi Halal Kini Lebih Cepat

Namun, jika tak ada calon yang mencapai ambang batas tersebut, maka dilakukan putaran kedua.

Di putaran kedua, hanya dua calon dengan suara terbanyak dari putaran pertama yang dapat bersaing.

2. Kepentingan Sistem Dua Putaran

– Mengamankan Dukungan Mayoritas

Sistem ini memastikan presiden terpilih memiliki dukungan mayoritas, menghindari kemungkinan terpilihnya seorang presiden dengan dukungan minoritas.

– Pemberdayaan Pemilih

Melibatkan pemilih dalam putaran kedua memberikan kesempatan bagi mereka untuk memilih antara dua calon teratas, memperkuat legitimasi pemerintahan yang terpilih.

BACA JUGA:  Irjen Pol. Rudi Setiawan Resmi Menjabat Kapolda Jawa Barat

– Mencegah Fragmentasi Politik

Dengan memilih presiden yang diakui oleh mayoritas pemilih, sistem ini membantu mencegah fragmentasi politik dan mempromosikan stabilitas pemerintahan.

– Peningkatan Kualitas Pemimpin

Proses dua putaran memberi kesempatan bagi calon untuk memperbaiki strategi kampanye mereka, meningkatkan debat politik, dan memastikan bahwa presiden yang terpilih memang merupakan pilihan terbaik.

3. Kritik Terhadap Sistem Dua Putaran

– Biaya Kampanye

Proses dua putaran dapat meningkatkan biaya kampanye, karena calon harus terlibat dalam putaran kedua yang memakan waktu dan sumber daya.

BACA JUGA:  Soal Wacana Bupati Bekasi Terpilih Bakal Menindak Tegas Praktik Pungutan Biaya Masuk Kerja, Begini Komentar Netizen

– Waktu Pemilihan yang Lama

Pemilihan dua putaran memperpanjang waktu pemilihan presiden, yang mungkin dianggap sebagai faktor yang mengganggu stabilitas politik.

– Pola Pemilih Taktis

Pemilih mungkin memilih taktis pada putaran pertama untuk memastikan calon yang mereka pilih lolos ke putaran kedua.

Dengan melihat mekanisme dan kepentingan Sistem Pemilihan Presiden Dua Putaran di Indonesia, dapat dipahami bahwa sistem ini dirancang untuk memastikan pemerintahan yang stabil dan memiliki dukungan yang kuat dari masyarakat.

Meskipun tidak sempurna, sistem ini mencoba menyeimbangkan antara representasi pluralistik dan stabilitas politik.

 

Editor: Uje

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hukum Tak Boleh Tunduk pada Mobilisasi Massa, Dugaan Peran FF di Kota Wisata Harus Diusut Tuntas

23 Februari 2026 - 19:32 WIB

Cluster Florence

Operasi Pekat Musi 2026 Tuntas, Polda Sumsel Ungkap 123 Kasus Kriminalitas

23 Februari 2026 - 01:22 WIB

Operasi Pekat Musi

Sudjatmiko Ajak Warga Bekasi Tebar Kebaikan Lewat Berbagi Takjil

22 Februari 2026 - 23:02 WIB

Polda Metro Jaya Sita 1,3 Kg Ganja di Bekasi, Satu Pria Diamankan

21 Februari 2026 - 23:37 WIB

Polda Metro Jaya

Program Mudik Gratis 2026, Pemprov Jabar Siapkan 3040 Tiket

20 Februari 2026 - 13:57 WIB

Mudik Gratis 2026

Perempuan di Duren Sawit Alami Luka Berat, LBH BYN Kawal Kasus

19 Februari 2026 - 14:24 WIB

Trending di NEWS