ICMI Orda Bekasi Kunjungi Sekolah Rakyat, Dorong Pendidikan bagi Warga Kurang Mampu       

Menu ✖

Mode Gelap

NEWS · 1 Sep 2026 18:43 WIB ·

ICMI Orda Bekasi Kunjungi Sekolah Rakyat, Dorong Pendidikan bagi Warga Kurang Mampu


					ICMI Orda Bekasi Kunjungi Sekolah Rakyat, Dorong Pendidikan bagi Warga Kurang Mampu Perbesar

KONTEKSBERITA.com – Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Bekasi mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 (SRT 1) Kabupaten Bekasi yang berlokasi di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Selasa (1/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus bentuk dukungan ICMI terhadap program Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Ketua ICMI Orda Kabupaten Bekasi, H. Mulyadi Syamsudin, S.Pd.I., S.Sos., M.Si., mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat merupakan program yang perlu dikawal agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bekasi yang membutuhkan akses pendidikan.

“Alhamdulillah, kunjungan dari ICMI Orda Kabupaten Bekasi, silaturahmi ke sekolah rakyat yang didirikan melalui program Pak Presiden,” kata H. Mulyadi Syamsudin, S.Pd.I., S.Sos., M.Si., didampingi Sekretaris ICMI Orda Kabupaten Bekasi, Ejo, S.Ag., M.Pd.I.

Menurutnya, Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi dipersiapkan untuk memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak yang kurang beruntung secara ekonomi.

BACA JUGA:  Kadisbudpora Dampingi Pj Bupati Bekasi Resmikan Gedung Squash Wibawa Mukti

Mulyadi menegaskan, ICMI Kabupaten Bekasi berkomitmen turut berkontribusi dalam mengawal dan mengadvokasi masyarakat agar dapat memperoleh hak pendidikan serta merasakan manfaat dari program-program pemerintah.

“ICMI berkomitmen berkontribusi untuk mengawal, mengadvokasi masyarakat Kabupaten Bekasi yang punya hak agar yang menjadi kesenjangan, program-program yang baik dan bisa dinikmati warga Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat 1 Kabupaten Bekasi, Nilam Andini, S.Pd., menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program yang digagas Presiden Prabowo dan melibatkan sejumlah kementerian.

“Jadi sekolah rakyat ini adalah program yang digagas langsung oleh Bapak Presiden Prabowo. Pada dasarnya ini adalah program lintas kementerian, mulai dari Kementerian Sosial, Kemendikdasmen, sampai ke Kementerian PU. Semuanya bekerja sama untuk mewujudkan sekolah rakyat ini,” jelas Nilam.

BACA JUGA:  Terkait Dugaan Penyerobotan Tanah Pengairan, Tokoh Pemuda dan Peta Desa Menjawab

Ia mengatakan, Kementerian Sosial menjadi ujung tombak sebagai pihak yang menangani operasional Sekolah Rakyat tersebut.

Terkait peserta didik, Nilam menjelaskan bahwa salah satu kriteria utama untuk bersekolah di SRT 1 adalah berasal dari kelompok desil 1 dan desil 2. Kelompok tersebut merupakan masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi yang membutuhkan dukungan lebih besar.

“Adapun mengenai siswa yang bisa bersekolah di sini syaratnya cuma satu, yaitu masuk ke desil 1 dan desil 2. Maksudnya ini adalah anak-anak yang tidak memiliki privilege untuk pendidikan,” ujarnya.

Nilam menilai program Sekolah Rakyat tidak hanya bertujuan memberikan pendidikan, tetapi juga menjadi salah satu upaya memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Jadi sebenarnya program ini adalah dari Bapak Presiden, bagaimana cara mengetaskan kemiskinan lewat jalur pendidikan,” katanya.

Ia berharap para siswa yang mendapatkan pendidikan di Sekolah Rakyat nantinya mampu meningkatkan taraf kehidupan keluarganya.

BACA JUGA:  Cara Cek DPT Online Pemilu 2024 Lewat Handphone

“Mungkin yang tadinya keluarganya itu keluarga tidak mampu, dengan adanya anak yang sudah lulus dari sini dengan bekal pendidikan yang dia dapatkan, dia bisa mengangkat keluarganya,” tutur Nilam.

Saat ini, SRT 1 Kabupaten Bekasi menyediakan pendidikan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Untuk SD tersedia kelas 1 hingga kelas 6, SMP kelas 7 hingga kelas 9, sedangkan SMA mencakup kelas 10 hingga kelas 11.

Selain mengikuti kegiatan belajar mengajar, seluruh siswa juga tinggal di asrama. Pada pagi hari mereka mengikuti pembelajaran di sekolah, kemudian kembali ke asrama setelah kegiatan sekolah selesai.

“Semua tinggal di asrama. Jadi ketika pagi mereka sekolah, malamnya mereka pulang ke asrama. Jadi ada kemiripan sedikit di bagian boarding school,” pungkasnya.

 

(Red)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polres Jakbar Bongkar 43 Kasus Pencurian, 53 Orang Diamankan

23 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Polda Riau Sita 6.500 Liter Biosolar Subsidi di Siak

22 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Polda Riau

Gerak Cepat, Jasa Raharja Terbitkan Jaminan Biaya Perawatan bagi 11 Korban KMP Batumandi  

21 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Ridwan Anthony Taufan Tawarkan Dual Certainty, Koreksi Transfer Pricing Tak Otomatis Dipidana

20 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Harwan Muldidarmawan Raih In-House Counsel Elite 2026, Jasa Raharja Fokus Jaga Kepercayaan Publik

20 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Disperkimtan Kabupaten Bekasi Bedah 267 Rutilahu, Bantuan Naik Rp40 Juta

20 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Rutilahu Kabupaten Bekasi
Trending di NEWS