KONTEKSBERITA.com – Pemerintah Kabupaten Bekasi terus mengintensifkan penanganan dampak musim kemarau dengan menyalurkan lebih dari satu juta liter air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis air.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi bersama Palang Merah Indonesia (PMI), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta dukungan sejumlah perusahaan.
Berdasarkan data BPBD hingga Minggu (19/7/2026) pukul 23.00 WIB, kekeringan melanda 49 titik yang tersebar di 10 desa pada lima kecamatan. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Cibarusah, Bojongmangu, Serang Baru, Cikarang Selatan, dan Pebayuran.
Akibat kondisi tersebut, sebanyak 5.776 kepala keluarga (KK) atau sekitar 17.047 jiwa mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Total distribusi air bersih yang telah disalurkan mencapai 1.001.000 liter. Dari jumlah tersebut, BPBD Kabupaten Bekasi menyumbang 651.000 liter, PMI 290.000 liter, Deltamas 33.000 liter, BBWS 24.000 liter, serta PT Hyundai sebanyak 3.000 liter.
Di Kecamatan Cibarusah, kekeringan tercatat terjadi di 10 titik yang tersebar di Desa Ridogalih dan Desa Cibarusah Jaya. Sementara di Kecamatan Serang Baru, krisis air bersih melanda delapan titik di Desa Nagasari dan satu titik di Desa Sukasari.
Kecamatan Bojongmangu menjadi salah satu wilayah dengan jumlah titik terdampak terbanyak, yakni di Desa Sukamukti, Sukabungah, Medalkrisna, dan Karang Indah dengan total 22 titik.
Selain itu, kekeringan juga terjadi di Desa Karangsegar, Kecamatan Pebayuran, sebanyak lima titik serta satu titik di Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan.
Pemerintah Kabupaten Bekasi terus melakukan pemantauan dan pendistribusian air bersih guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
(Red/Advertorial)









