Kasus Pungli MCK Pasar Bantargebang Menguak, Eks Kabid Pasar Ditahan Kejari Bekasi       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 15 Jul 2026 19:04 WIB ·

Kasus Pungli MCK Pasar Bantargebang Menguak, Eks Kabid Pasar Ditahan Kejari Bekasi


Photo: Kejaksaan negeri Kota Bekasi tahan Eks kepala bidang pasar inisial JAS(Doc.cam) Perbesar

Photo: Kejaksaan negeri Kota Bekasi tahan Eks kepala bidang pasar inisial JAS(Doc.cam)

konteksberita.com | Kota Bekasi – Penyidikan dugaan pungutan liar (pungli) dalam pengelolaan fasilitas MCK di Pasar Bantargebang memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri Kota Bekasi resmi menetapkan mantan Kepala Bidang Pasar berinisial JAS sebagai tersangka dan langsung melakukan penahanan.

Langkah tersebut diumumkan Kejari Kota Bekasi pada Rabu (15/7/2026) setelah penyidik menemukan bukti adanya dugaan permintaan uang sebesar Rp80 juta yang berkaitan dengan proses alih pengelolaan MCK di lingkungan pasar bantargebang.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Bekasi Ryan Anugrah menjelaskan, uang yang diduga diminta kepada seorang pengelola berinisial H itu diberikan dalam tiga tahap.

“Dua kali melalui transfer rekening dan satu kali diberikan secara tunai. Total keseluruhan mencapai Rp80 juta,” kata Ryan. Dalam konferensi persnya. Rabu (15/7/2026).

BACA JUGA:  Kadis Perkimtan Halal Bihalal Idul Fitri 1445 H Bersama Forkopimda Kabupaten Bekasi

Menurutnya, penyidik telah bekerja sejak beberapa waktu terakhir dengan memeriksa puluhan saksi serta mengumpulkan berbagai dokumen dan alat bukti elektronik.

Sebanyak 22 orang saksi telah dimintai keterangan. Mereka berasal dari unsur pemerintah daerah, pengelola pasar, pihak swasta, hingga pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan MCK Pasar Bantargebang.

Tidak hanya itu, penyidik juga menyita sekitar 69 dokumen, dua telepon seluler, dan satu unit komputer yang diduga berkaitan dengan perkara.

BACA JUGA:  Disdik Bungkam Seribu Bahasa Terkait Dugaan Data Aspal Jalur Domisili SPMB di SMPN 12 Kota Bekasi

Atas dugaan perbuatannya, JAS dijerat dengan ketentuan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf e Undang-Undang Tipikor.

Ryan menegaskan penyidikan belum berakhir dan masih terbuka kemungkinan berkembang ke pihak lain apabila ditemukan bukti yang cukup.

“Kami masih terus mengumpulkan alat bukti. Apabila dalam proses penyidikan ditemukan keterlibatan pihak lain, tentu akan dilakukan pendalaman lebih lanjut,” ujarnya.

Di sisi lain, kuasa hukum tersangka, Bambang Sunaryo, menyatakan keberatan atas penetapan tersangka dan penahanan terhadap kliennya.

Menurut Bambang, dana Rp80 juta tersebut tidak sepenuhnya digunakan oleh kliennya, melainkan sebagian dipakai untuk pembangunan fasilitas pasar seperti TPS, perbaikan jalan lingkungan pasar, dan penataan sarana umum lainnya.

BACA JUGA:  Komisi IIl DPRD Kabupaten Bekasi, Sarif Marhaendi Fasilitasi Aktivis Lingkungan Hidup Bertemu Bupati Terpilih

Ia juga mengungkapkan adanya dugaan aliran dana kepada sejumlah pihak lain yang menurutnya perlu ditelusuri lebih jauh oleh aparat penegak hukum.

Bambang menilai penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak berhenti pada satu orang tersangka saja.

“Kami akan menempuh langkah hukum melalui praperadilan terkait penetapan tersangka maupun penahanan terhadap klien kami,” tegasnya.

Sementara itu, Kejari Kota Bekasi memastikan proses penyidikan akan terus berlanjut guna mengungkap seluruh fakta hukum dalam perkara dugaan pungli pengelolaan MCK Pasar Bantargebang tersebut.

Imron R

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pokja Wartawan Setu Harap SMKN 1 Setu Tingkatkan Profesionalisme Pelayanan Publik

14 Juli 2026 - 17:09 WIB

SMKN 1 Setu

Raker 2026/2027: SMP Plus Al-Burhaniyah Target Cetak Generasi Islami Berprestasi

13 Juli 2026 - 22:10 WIB

SMP Plus Al-Burhaniyah

Ancaman Bom di SDN Jagakarsa, Polda Metro Minta Warga Tetap Tenang

13 Juli 2026 - 14:44 WIB

Bom di Jagakarsa

Polda Metro Jaya Periksa 15 Saksi dalam Tiga Kasus Dugaan Korupsi

11 Juli 2026 - 11:20 WIB

Saksi Korupsi

Universitas Borobudur Gelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Tangguh Iklim dan Mandiri Energi

10 Juli 2026 - 22:50 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan Verbal di Bekasi, Aktivis Perempuan Turun Memberi Dukungan

9 Juli 2026 - 15:39 WIB

Trending di NEWS