Polda Banten Bongkar Penyalahgunaan BBM Subsidi, 8 Orang Ditangkap       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 6 Mei 2026 15:16 WIB ·

Polda Banten Bongkar Penyalahgunaan BBM Subsidi, 8 Orang Ditangkap


Pengungkapan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Banten. (Dok: Istimewa) Perbesar

Pengungkapan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Banten. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten melalui Subdit Tipidter bersama jajaran Polres mengungkap enam kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi sepanjang April 2026.

Dari operasi tersebut, delapan orang berhasil diamankan karena diduga terlibat dalam praktik ilegal yang merugikan negara serta masyarakat.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam mengawal kebijakan subsidi energi pemerintah. Pada APBN 2026, pemerintah menganggarkan Rp210,06 triliun untuk subsidi energi, dengan Rp105,4 triliun di antaranya dialokasikan bagi BBM tertentu dan LPG 3 kilogram.

BACA JUGA:  PUPR Lelang Proyek Pembangunan Masjid di IKN

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki menegaskan pentingnya pengawasan ketat agar subsidi tidak disalahgunakan dan tetap tepat sasaran. Ia menyebut, penyimpangan distribusi dapat memicu pembengkakan anggaran serta berdampak pada ketersediaan energi di masyarakat.

“Subsidi energi diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama kelompok rentan. Kami berkomitmen memastikan distribusi berjalan sesuai aturan dan menindak tegas pelanggaran,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Enam kasus yang terungkap tersebar di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon.

BACA JUGA:  Polres Nabire Ungkap Kasus Pembunuhan Anak di Pantai PLTMG Kalibobo

Rinciannya meliputi empat kasus penyalahgunaan Bio Solar, satu kasus Pertalite, serta satu kasus LPG subsidi 3 kg. Saat ini, seluruh perkara masih dalam tahap penyidikan.

Delapan tersangka yang diamankan berinisial AR (36), KR (25), AZ (24), NN alias AK (45), ED (61), AT (50), NM (21), dan RD (41). Mereka diduga memanfaatkan selisih harga antara BBM atau LPG subsidi dan non-subsidi untuk meraup keuntungan pribadi.

BACA JUGA:  Rusuh Pengantar Jenazah Lukas Enembe, 25 Ruko Dibakar dan 7 Aparat Luka

Para pelaku dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang telah diperbarui, dengan ancaman hukuman penjara maksimal enam tahun serta denda hingga Rp60 miliar.

Polda Banten menegaskan akan terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap kemungkinan jaringan yang lebih luas.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk turut melaporkan jika menemukan praktik serupa, demi memastikan distribusi subsidi energi berjalan adil dan tepat sasaran.

 

(Red)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Wahab Abdullah Menang Pilkades Kertarahayu Setu, Raih 2.172 Suara

21 September 2026 - 17:46 WIB

Pilkades Berjalan Damai, Pemerintah Kecamatan Setu Apresiasi Sinergi Masyarakat, TNI, dan Polri

21 September 2026 - 14:52 WIB

Pemerintah Kecamatan Setu

Sat Narkoba Polres Metro Bekasi Tindak Dugaan Penyalahgunaan Tembakau Sintetis di Tegal Danas

21 September 2026 - 13:30 WIB

Sat Narkoba

Pastikan Pilkades Aman, Polsek Setu Dampingi Asistensi PJU Polda Metro Jaya di Burangkeng

20 September 2026 - 22:15 WIB

Pilkades Setu

Wadir Binmas Polda Metro Jaya Beri Arahan Personel Pam TPS Pilkades Setu

19 September 2026 - 15:23 WIB

Cegah Gangguan Kamtibmas, Polsek Cikarang Barat Gelar Patroli Gabungan

19 September 2026 - 15:09 WIB

Trending di NEWS