Eks Finalis Putri Indonesia Riau Diciduk, Diduga Jalankan Praktik Dokter Ilegal       

Menu ✖

Mode Gelap

NEWS · 1 Mei 2026 14:24 WIB ·

Eks Finalis Putri Indonesia Riau Diciduk, Diduga Jalankan Praktik Dokter Ilegal


					Eks Finalis Putri Indonesia Riau Diciduk, Diduga Jalankan Praktik Dokter Ilegal. (Dok: Istimewa) Perbesar

Eks Finalis Putri Indonesia Riau Diciduk, Diduga Jalankan Praktik Dokter Ilegal. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau mengungkap dugaan praktik ilegal di sektor kesehatan dan kecantikan dengan mengamankan seorang perempuan berinisial JRF. Ia diketahui pernah menjadi finalis Putri Indonesia wilayah Riau.

JRF kini berstatus tersangka karena diduga melakukan tindakan medis di bidang kecantikan tanpa memiliki pendidikan maupun izin resmi sebagai tenaga kesehatan.

Penindakan dilakukan setelah penyidik Subdit IV menemukan adanya aktivitas medis ilegal yang diduga menyebabkan sejumlah korban mengalami luka berat hingga cacat permanen.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol. Ade Kuncoro, menjelaskan bahwa tersangka selama ini berpura-pura sebagai dokter dan memberikan layanan perawatan estetika di klinik miliknya.

BACA JUGA:  Komplotan Maling di Bekasi Gasak Mobil Bak Pikap Terparkir di Garasi

“Tersangka diduga melakukan tindakan medis tanpa keahlian dan izin yang sah. Hasil penyelidikan menunjukkan, prosedur yang dilakukan justru berdampak serius bagi korban,” ujarnya pada Rabu (29/4/2026).

Penangkapan dilakukan pada Selasa (28/4/2026) di rumah keluarganya di kawasan Bukit Ambacang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Sebelumnya, tersangka sempat dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan.

Kasus ini bermula dari laporan korban berinisial NS yang menjalani prosedur facelift dan eyebrow facelift di Klinik Arauna Beauty, Pekanbaru, pada 4 Juli 2025.

BACA JUGA:  Korlantas Polri Targetkan Pemasangan ETLE di 2027

Namun, alih-alih mendapatkan hasil yang diharapkan, korban justru mengalami pendarahan hebat dan infeksi serius pada area wajah dan kepala.

Akibat tindakan tersebut, korban harus menjalani perawatan lanjutan hingga operasi di sejumlah fasilitas kesehatan di Batam. Ia juga mengalami dampak permanen berupa luka di kulit kepala yang membuat rambut tidak bisa tumbuh kembali, serta bekas luka panjang di area alis.

BACA JUGA:  Halal Bihalal Pensiunan, Wawali Bekasi Perkuat Silaturahmi

Penyidik mengungkap, jumlah korban tidak hanya satu orang. Hingga kini, setidaknya terdapat sekitar 15 korban yang diduga mengalami kerusakan pada wajah maupun bagian tubuh lainnya akibat tindakan tersangka.

Bahkan, salah satu korban dilaporkan mengalami kegagalan operasi bibir hingga dua kali, yang berujung pada cacat permanen serta trauma psikologis.

Dari hasil penyelidikan, tersangka diketahui telah menjalankan praktik kecantikan tersebut sejak 2019 hingga 2025. Klinik yang dikelolanya menawarkan berbagai layanan estetika dengan tarif mencapai Rp16 juta.

 

(Red)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Jasa Raharja Raih Dua Penghargaan IDTI Awards 2026 atas Transformasi Digital Berorientasi Masyarakat   

6 November 2026 - 11:42 WIB

Pastikan Kesiapan Pelayanan Nataru, Jasa Raharja, Polri dan Kemenhub Gelar Survei Jalur Bakauheni-Merak 

6 November 2026 - 11:37 WIB

Drainase Bermasalah, Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Desak Pemkab Benahi Jalan KH Fudholi

6 November 2026 - 00:07 WIB

Saeful Islam

Polisi Bongkar Lapak Sabu di Tanah Abang, 18 Orang Diciduk

5 November 2026 - 11:06 WIB

Lapak Sabu Tanah Abang

Resmi Dilantik Jadi Kades Tamanrahayu Masa Bhakti 2026–2034, Emin Suryana Gelar Tasyakuran 7 Tumpeng

4 November 2026 - 21:51 WIB

Kades Tamanrahayu

Ketua BPD Lubangbuaya Ucapkan Selamat atas Pelantikan Kades Maulana Yusup Periode 2026-2034

4 November 2026 - 21:45 WIB

Ketua BPD Lubangbuaya
Trending di NEWS