Fadli Zon Inisiasi Museum Film dan Fotografi di Kota Tua Jakarta       

Menu ✖

Mode Gelap

NEWS · 3 Apr 2026 17:26 WIB ·

Fadli Zon Inisiasi Museum Film dan Fotografi di Kota Tua Jakarta


					Photo : Direktur utama PT jasa raharja Muhammad Awaluddin saat sambutan di museum gedung tua jakarta (Doc.Ist) Perbesar

Photo : Direktur utama PT jasa raharja Muhammad Awaluddin saat sambutan di museum gedung tua jakarta (Doc.Ist)

konteksberita.com | akarta – Pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem budaya nasional melalui pemanfaatan aset bersejarah. Salah satu langkah yang tengah diinisiasi adalah rencana pembangunan museum film dan fotografi di kawasan Kota Tua Jakarta.

Gagasan tersebut digagas oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melalui kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Danantara Asset Management, dan PT Jasa Raharja.

Rencana ini dibahas dalam kunjungan kerja Menteri Kebudayaan ke gedung milik Jasa Raharja yang berada di kawasan Kali Besar, Kota Tua Jakarta, pada Rabu (2/4/2026.

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, yang mendampingi rombongan saat meninjau area bangunan yang direncanakan menjadi lokasi museum.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Senior Director Chief Marketing Officer Danantara Asset Management Dendi T. Danianto, SVP Business Performance & Assets Optimization Cluster Insurance & Pension Danantara Asset Management Hendrika Nora Osloi, serta Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja Rubi Handojo.

BACA JUGA:  157 Perusahaan di Jabar Dilaporkan Terkait Permasalahan THR

Dalam peninjauan tersebut, Fadli Zon menilai gedung milik Jasa Raharja memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi museum yang dapat memperkuat ekosistem budaya sekaligus mendukung pengembangan wisata sejarah di Kota Tua Jakarta.

Menurutnya, Indonesia hingga kini belum memiliki museum film maupun museum fotografi yang representatif, meskipun memiliki banyak aset dan kekayaan sejarah di bidang tersebut.

“Kita belum memiliki museum film maupun museum fotografi yang representatif. Padahal kita memiliki banyak aset dan kekayaan sejarah di bidang tersebut, namun belum memiliki ruang yang memadai untuk memamerkannya,” ujar Fadli Zon.

Ia menjelaskan, melalui kolaborasi lintas lembaga, aset bersejarah milik BUMN yang dikelola Danantara dapat dioptimalkan menjadi ruang publik yang produktif sekaligus edukatif bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Disperkimtan Percepat Pembangunan di 100 Hari Kerja Bupati Bekasi

Fadli Zon menilai lokasi gedung yang berada di kawasan strategis Kota Tua Jakarta memiliki daya tarik tersendiri untuk dikembangkan menjadi museum yang menampilkan perjalanan sejarah perfilman dan fotografi Indonesia.

Museum tersebut nantinya diharapkan dapat menghadirkan berbagai koleksi penting, mulai dari dokumentasi visual, karya fotografi, hingga peralatan yang digunakan dalam proses produksi film dari masa ke masa.

“Masyarakat bisa melihat perkembangan film Indonesia dari awal hingga era modern, termasuk perkembangan fotografi dari masa ke masa,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyatakan pihaknya mendukung rencana kolaborasi tersebut sebagai bagian dari optimalisasi pemanfaatan aset perusahaan yang memiliki nilai historis tinggi.

Menurutnya, bangunan yang berada di kawasan Kota Tua tersebut tidak hanya menjadi aset perusahaan, tetapi juga merupakan bagian dari warisan sejarah yang penting untuk dijaga sekaligus dimanfaatkan secara produktif.

BACA JUGA:  Kapolri Ungkap Citra Institusi Semakin Baik di Masyarakat, Ini Rahasianya

“Bangunan ini tidak hanya menjadi aset perusahaan, tetapi juga merupakan bagian dari warisan sejarah yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara produktif. Kami menyambut baik rencana kolaborasi ini sebagai upaya menghadirkan ruang budaya yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja Rubi Handojo juga menjelaskan sejarah bangunan tersebut serta perkembangan kawasan Kali Besar yang pada masa lalu menjadi pusat aktivitas perdagangan dan pemerintahan.

Melalui rencana kolaborasi ini, pemanfaatan aset bersejarah diharapkan tidak hanya berfokus pada pelestarian, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah sebagai destinasi edukasi, budaya, dan pariwisata yang terintegrasi di kawasan Kota Tua Jakarta. (Ron)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polisi Sita 1,5 Kg Sabu di Kebon Jeruk, Dua Pria Ditangkap

27 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Sabu di Kebon Jeruk

Korban Kecelakaan Minibus di Tol Terpeka Tulang Bawang Barat, Jasa Raharja Gercep Pelayanan

26 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Hadapi Tantangan Ekonomi 2027, Jasa Raharja Perkuat Strategi Keberlanjutan Bisnis melalui Economic Insights

26 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Sindikat Promosi Judol di Makassar Diduga Raup Rp1,3 Miliar

25 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Polres Jakbar Bongkar 43 Kasus Pencurian, 53 Orang Diamankan

23 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Polda Riau Sita 6.500 Liter Biosolar Subsidi di Siak

22 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Polda Riau
Trending di NEWS