Kortas Tipidkor Polri Tetapkan Empat Tersangka dalam Dugaan Korupsi Proyek PLTU Kalbar       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 7 Okt 2025 07:26 WIB ·

Kortas Tipidkor Polri Tetapkan Empat Tersangka dalam Dugaan Korupsi Proyek PLTU Kalbar


Kortas Tipidkor Polri Tetapkan Empat Tersangka dalam Dugaan Korupsi Proyek PLTU Kalbar. (Dok: Istimewa) Perbesar

Kortas Tipidkor Polri Tetapkan Empat Tersangka dalam Dugaan Korupsi Proyek PLTU Kalbar. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Penyidik Korps Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1 Kalimantan Barat untuk periode 2008–2018..

Keempat tersangka tersebut adalah Direktur Utama PT PLN saat itu, Fahmi Mochtar (FM), serta tiga pihak dari sektor swasta, yaitu Halim Kalla (HK), RR, dan HYL.

“Tersangka pertama adalah FM yang saat itu menjabat sebagai Direktur Utama PLN. Sementara dari pihak swasta terdapat tersangka HK, RR, dan satu pihak lainnya,” ujar Kepala Kortas Tipidkor Polri, Irjen Pol. Cahyono Wibowo, dalam keterangan pers di Mabes Polri, Senin (6/10/2025).

BACA JUGA:  Pembentukan Koperasi Merah Putih, Sekda Jabar Targetkan Desa dan Kelurahan Musyawarah Khusus Sampai 31 Mei

Irjen Cahyono menjelaskan bahwa kasus ini bermula ketika PT PLN mengadakan lelang ulang untuk proyek pembangunan PLTU 1 Kalbar berkapasitas 2×50 MegaWatt.

Namun, sebelum proses lelang dimulai, diduga telah terjadi permufakatan antara pihak PLN dan calon penyedia dari PT BRN agar memenangkan perusahaan tersebut dalam proses lelang.

“Sejak tahap perencanaan awal, sudah terjadi korespondensi. Artinya, telah ada permufakatan untuk memenangkan pelaksanaan pekerjaan proyek ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa panitia pengadaan dari pihak PLN tetap meloloskan Konsorsium Operasi (KSO) BRN-Alton-OJSEC meskipun konsorsium tersebut diduga tidak memenuhi persyaratan administratif maupun teknis.

BACA JUGA:  Polres Subang Tangkap Pengedar Ganja Seberat 316,8 Gram

Pada tahun 2009, KSO BRN bahkan mengalihkan pekerjaan kepada pihak ketiga melalui kesepakatan tertentu yang disertai dengan pemberian imbalan.

Irjen Cahyono menambahkan bahwa pengalihan pekerjaan tersebut dilakukan sebelum kontrak resmi ditandatangani.

Akibatnya, baik KSO BRN maupun PT PI selaku pelaksana proyek tidak mampu menyelesaikan pembangunan dan hanya dapat menyelesaikan sekitar 57% dari total proyek. Pihak PLN bahkan memberikan perpanjangan kontrak hingga 10 kali, terakhir pada Desember 2018.

Namun, meskipun telah diberikan perpanjangan, KSO BRN dan pihak ketiga tetap tidak mampu menyelesaikan proyek tersebut. Hingga akhirnya, proyek hanya terealisasi sebesar 85,56% dan dinyatakan mangkrak akibat keterbatasan finansial dari pihak KSO BRN.

BACA JUGA:  Gelar Aksi Damai, SPPDI Dukung Langkah Polda Metro Jaya Memberantas Premanisme

“Padahal, KSO BRN telah menerima pembayaran dari PT PLN sebesar Rp323 miliar untuk pekerjaan konstruksi sipil serta USD 62,4 juta untuk pekerjaan mekanikal dan elektrikal,” ungkap Irjen Cahyono.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

 

(Red)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polda Malut Ungkap Jaringan Senpi Ilegal, Tiga Tersangka Diamankan

6 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Senpi Ilegal

Kapolda Sumsel Serahkan Penghargaan WBK, Dorong Pelayanan Publik yang Bersih dan Humanis

5 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Kapolda Sumsel

Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II

5 Agustus 2026 - 10:39 WIB

LBH ICMI Orda Kabupaten Bekasi Terbentuk, Siap Berikan Pelayanan Hukum

4 Agustus 2026 - 18:56 WIB

LBH ICMI

Petahana Yosep Resmi Daftar Pilkades Lubangbuaya 2026, Target Tuntaskan Program Tertunda

4 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Pemkot Bandung Usut Tuntas Penebangan Pohon di Jalan Riau, Izin Usaha Ikut Diperiksa

4 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Penebangan Pohon Bandung
Trending di NEWS