Satgas PASTI Tutup Ribuan Pinjol Ilegal, Kerugian Capai Rp142 Triliun       

Menu ✖

Mode Gelap

NEWS · 27 Jun 2025 00:25 WIB ·

Satgas PASTI Tutup Ribuan Pinjol Ilegal, Kerugian Capai Rp142 Triliun


					Satgas PASTI Jawa Barat. (Dok: Istimewa) Perbesar

Satgas PASTI Jawa Barat. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Hingga Mei 2025, Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) telah menghentikan operasional sebanyak 12.721 entitas ilegal. Dari jumlah tersebut, 10.733 di antaranya merupakan platform pinjaman online ilegal, 1.737 investasi ilegal, dan 251 usaha pergadaian ilegal.

Kerugian masyarakat akibat praktik investasi ilegal yang terjadi sejak tahun 2017 hingga Triwulan I 2025 tercatat mencapai Rp142,13 triliun.

Di Provinsi Jawa Barat, sejak Januari hingga Mei 2025, tercatat sebanyak 1.253 pengaduan dari masyarakat, yang sebagian besar berkaitan dengan pinjaman online dan investasi ilegal.

BACA JUGA:  Masjid Jami Al-Falah Setu Kabupaten Bekasi dengan Sejarahnya

Dalam upaya penindakan, Satgas PASTI Daerah Jawa Barat saat ini tengah melakukan penelaahan terhadap praktik penawaran penghapusan kewajiban masyarakat atas kredit yang diberikan oleh bank swasta maupun bank milik pemerintah.

Penawaran tersebut dilakukan oleh pihak yang mengatasnamakan diri sebagai “Pemilik Sistem, Pemilik Dana, dan Pemilik Aset Global sebagai Kepala Negara Dunia yang dikenal secara internasional dengan nama Golden Eagle International UNDP, dan secara nasional dikenal sebagai Rajawali Emas.”

BACA JUGA:  Imbauan Ditjen Dukcapil, Pasangan Nikah Siri Untuk Segera Legalkan Status Perkawinan

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat, Darwisman, mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada dan menjaga kerahasiaan data pribadi, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), informasi terkait utang atau kewajiban, serta data penting lainnya.

Hal ini guna mencegah penyalahgunaan data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab yang menawarkan iming-iming keuntungan atau janji-janji yang tidak masuk akal.

Satgas PASTI Daerah Jawa Barat juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap maraknya penawaran investasi dan penghimpunan dana yang menjanjikan keuntungan di luar kewajaran.

BACA JUGA:  Puncak Arus Balik Lebaran 2024 Diprediksi Pada Minggu dan Senin

Masyarakat diminta untuk selalu memastikan bahwa setiap penawaran produk dan layanan keuangan telah memiliki izin resmi dari otoritas atau instansi yang berwenang.

Hingga 30 April 2025, jumlah penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau Fintech Peer-to-Peer Lending (P2PL) yang memiliki izin resmi dari OJK tercatat sebanyak 96 perusahaan.

 

(Red)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Jasa Raharja Perkuat Integritas dan Kepedulian dalam Pelayanan  

28 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Usung Tema Bermunajat Menjaga Alam Nusantara, Prabu Peduli Lingkungan Rayakan Milad ke-7

28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Prabu Peduli Lingkungan

Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi Keselamatan Transportasi Hadapi Nataru 2026/2027  

28 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Operasi Patuh 26 Oktober hingga 8 November 2026, Korlantas Kedepankan Edukasi Humanis

28 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Operasi Patuh

Sumpah Pemuda 2026: Ridwan Anthony Taufan Dorong Pemuda Berintegritas

28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Polisi Sita 1,5 Kg Sabu di Kebon Jeruk, Dua Pria Ditangkap

27 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Sabu di Kebon Jeruk
Trending di NEWS