Polda NTT Giat Operasi Penumpasan Premanisme: Tidak Ada Tempat bagi Preman       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 16 Mei 2025 10:03 WIB ·

Polda NTT Giat Operasi Penumpasan Premanisme: Tidak Ada Tempat bagi Preman


Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra. (Dok: Istimewa) Perbesar

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) secara resmi meluncurkan Operasi Kepolisian dalam rangka memberantas aksi premanisme yang berlangsung mulai 15 hingga 29 Mei 2025.

Operasi ini merupakan langkah tegas Polda NTT dalam merespons maraknya aksi premanisme yang meresahkan masyarakat di wilayah tersebut.

Dalam konferensi pers yang digelar di Kupang pada Rabu, 15 Mei 2025, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menegaskan bahwa aksi premanisme bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan ancaman serius terhadap keamanan, ketertiban, serta kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA:  Hanya Menunjukan KTP, Peserta JKN-KIS Sudah Bisa Akses Pelayanan Kesehatan

“Premanisme merupakan tindakan sewenang-wenang oleh individu maupun kelompok yang menggunakan kekerasan, intimidasi, atau ancaman demi kepentingan pribadi atau kelompok. Perilaku ini jelas melanggar norma hukum dan sosial yang berlaku di NTT,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra.

Polda NTT menyatakan bahwa aksi premanisme kini menjadi salah satu prioritas dalam penanganan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) secara nasional.

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas, pemberantasan kriminalitas yang meresahkan masyarakat, serta peningkatan keamanan dan perlindungan terhadap rakyat kecil.

BACA JUGA:  Warga di Bogor Ngamuk Datangi Debt Collector Karena Tak Terima Motor Ditarik

Menindaklanjuti arahan Presiden, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, M.Si, telah menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian untuk bertindak tegas terhadap segala bentuk aksi premanisme, sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Nomor: STR/1081/IV/OPS.1.3./2025.

Dalam hal ini, Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan pesan Kapolri secara tegas, “Tidak ada ruang bagi aksi premanisme di negara hukum Indonesia. Polri hadir untuk melindungi seluruh rakyat, termasuk masyarakat NTT.”

BACA JUGA:  LSM GNRI DPDK Kabupaten Bekasi Resmi Dilantik, Ini Pesan DPP GNRI

Operasi penumpasan premanisme ini dilakukan melalui pendekatan yang komprehensif, mulai dari deteksi dini oleh intelijen, langkah preemtif dan preventif, hingga tindakan represif.

Operasi ini digelar serentak di seluruh wilayah hukum Polda NTT dengan melibatkan 878 personel, yang terdiri dari 152 personel Polda NTT dan 726 personel dari jajaran Polres se-NTT.

 

(Red)

*Update Berita Lainnya di Google News.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Jasa Raharja Dorong Integrasi Data untuk Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor 

16 Juli 2026 - 17:47 WIB

Sidang Ade Kuswara Kunang: Ahli Sebut Bukti yang Diperoleh Secara Melawan Hukum Tak Sah

16 Juli 2026 - 17:47 WIB

Sidang Ade Kuswara Kunang

Jasa Raharja dan PMI Bangun Ekosistem Penanganan Darurat Kecelakaan Nasional 

16 Juli 2026 - 10:09 WIB

Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Sidak Peternakan Ayam di Permukiman Pasirgombong

15 Juli 2026 - 23:29 WIB

BUMDes Pasirgombong

Kasus Pungli MCK Pasar Bantargebang Menguak, Eks Kabid Pasar Ditahan Kejari Bekasi

15 Juli 2026 - 19:04 WIB

Pokja Wartawan Setu Harap SMKN 1 Setu Tingkatkan Profesionalisme Pelayanan Publik

14 Juli 2026 - 17:09 WIB

SMKN 1 Setu
Trending di NEWS