Bareskrim Polri Sita Rp75 Miliar Dari Kasus Judi Online       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 3 Mei 2025 12:48 WIB ·

Bareskrim Polri Sita Rp75 Miliar Dari Kasus Judi Online


Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri. (Dok: Istimewa) Perbesar

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri berhasil menyita dana yang berasal dari aktivitas judi online. Berdasarkan Laporan Hasil Analisis (LHA) dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), ditemukan 5.885 rekening yang diduga terlibat dalam kegiatan judi online.

Dari jumlah tersebut, Dittipidsiber telah menyita dana senilai Rp61 miliar dari 164 rekening. Sementara itu, rekening lainnya masih dalam status pemblokiran dan penghentian sementara oleh PPATK.

BACA JUGA:  Kades Tamansari Setu Ajak Warga Aktifkan Kembali Siskamling

Selain itu, Dittipidsiber juga berhasil mengungkap praktik judi online yang dioperasikan melalui situs h55.hiwin.care. Dalam pengungkapan ini, empat orang tersangka telah diamankan.

Penangkapan pertama dilakukan pada 13 Maret 2025 di Kabupaten Bandung terhadap tersangka berinisial DH, yang kini telah ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim Polri.

Pengembangan kasus tersebut mengarah pada penangkapan tiga tersangka tambahan pada 30 April 2025, masing-masing berinisial AF, RJ, dan QR.

BACA JUGA:  Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kota Bekasi

Tersangka QR diketahui merupakan warga negara asing asal Tiongkok yang diduga sebagai otak di balik operasional situs judi online tersebut di Indonesia.

Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi sejumlah telepon genggam, kartu ATM, serta uang tunai sebesar Rp14 miliar. Seluruh tersangka beserta barang bukti kini berada dalam pengamanan Bareskrim Polri untuk proses penyidikan lebih lanjut.

BACA JUGA:  Penyeludupan 237.305 Benih Bening Lobster Senilai Rp 23,6 Miliar Digagalkan Tim Gabungan Polri

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 45 Ayat (3) jo. Pasal 27 Ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan/atau Pasal 82 dan Pasal 85 Undang-Undang tentang Transfer Dana, serta Pasal 303 KUHP dan Pasal 3, 4, 5 Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

 

(Red)

*Update Berita Lainnya di Google News.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi Kebut Perbaikan Jalan Rusak

30 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Perbaikan Jalan Rusak Bekasi

Malam Puncak HUT ke-81 RI di Harapan Jaya, Warga Kompak dan Guyub

30 Agustus 2026 - 00:58 WIB

Butuh Uang Beli Sabu, Dua Pria Bunuh Driver Taksi Online

29 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Pembunuhan Driver Online

Bareskrim Bongkar Kasino Ilegal di Sukoharjo, 30 Orang Jadi Tersangka

28 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Casino di Sukoharjo

Di AIIF 2026, Dirut Jasa Raharja Paparkan Masa Depan Perlindungan Publik Berbasis AI 

28 Agustus 2026 - 11:46 WIB

SMSI Kukuhkan Pokja Jaga Desa, Hasyim Djojohadikusumo: Jakarta Tetap Aman

28 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Pokja Newsroom Jaga Desa
Trending di NEWS