Petani dan Aktivis Lingkungan Demo Proyek Tol Japek II Dinilai Rusak Lahan Pertanian       

Menu ✖

Mode Gelap

NEWS · 4 Feb 2025 14:36 WIB ·

Petani dan Aktivis Lingkungan Demo Proyek Tol Japek II Dinilai Rusak Lahan Pertanian


					Aksi Unjuk Rasa di Proyek Tol Japek II, Burangkeng, Setu. (Dok: Istimewa) Perbesar

Aksi Unjuk Rasa di Proyek Tol Japek II, Burangkeng, Setu. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Aktivis dan petani di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa terhadap pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Japek II), Selasa (4/2/2025).

Dalam aksinya, mereka membentangkan spanduk bertuliskan, “Ketahanan Pangan Gagal Gara-Gara Tol, Proyek Tol Ini Merugikan Petani.”

Ketua Umum Prabu Peduli Lingkungan, organisasi sipil nirlaba yang bergerak di bidang lingkungan hidup dan kemanusiaan, Carsa Hamdani, mengatakan pembangunan jalan tol tersebut telah menyebabkan tersumbatnya aliran sungai alam. Dampaknya, sawah padi para petani kerap terendam banjir, yang mengakibatkan kegagalan panen.

“Kami mendampingi para petani yang merasa dirugikan dengan adanya pembangunan jalan tol ini. Kami sudah mengadukan hal tersebut kepada Pemerintah Desa Burangkeng, dan pihak Pemdes sudah melayangkan surat ke pihak tol. Namun, sampai saat ini tidak ada respon dan tindak lanjutnya,” ujarnya kepada Forum Jurnalis Penggiat Lingkungan.

BACA JUGA:  Akhirnya Sertifikat Balik Nama Atas Nama Nurnilasari Sudah Jadi

Karena itu, Prabu Peduli Lingkungan mendukung dan ikut mendampingi para petani menyampaikan aspirasi ke pihak tol. “Kami minta tidak ada kegiatan pembangunan jalan tol di sini sampai ada kejelasan dari pihak tol,” tegasnya.

Petani setempat, Muhammad Hatta, mengungkapkan sekitar 10 hektar sawah yang terdampak sejak dimulainya pembangunan Jalan Tol Japek II setahun lalu.

BACA JUGA:  Jonatan Christie Juarai Korea Open 2025 di Sektor Tunggal Putra

“Perut kami mengandalkan hasil sawah ini. Secara tidak langsung, kami dibunuh dengan dirusaknya sawah karena pembangunan tol ini. Coba bayangkan, apa gak sedih? Saya sering nangis gara-gara ini,” ungkapnya kesal.

Hatta meminta agar saluran air sungai alam dapat diperbaiki sehingga tidak lagi membanjiri tanaman padi. Kami juga meminta ganti rugi karena sawah kami gagal panen, tegasnya.

Abu Fitri Mu’min, aktivis dari Prabu Peduli Lingkungan, menambahkan bahwa kejadian ini terjadi karena pihak tol tidak melakukan kajian dampak pembangunan jalan tol terhadap lingkungan sekitar.
Seharusnya ada kajian dan sosialisasi, sehingga masyarakat, dalam hal ini petani, tidak dirugikan, ujarnya.

BACA JUGA:  Ikuti Gelaran Fashion Show Kabupaten Bekasi, Disperkimtan Gunakan Pakaian Adat Nusantara

“Aksi para petani ini menjadi potret nyata kompleksnya pembangunan infrastruktur yang kerap berbenturan dengan kepentingan masyarakat lokal, khususnya petani yang menggantungkan hidup pada lahan pertanian mereka,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Erikson, Humas Tol Japek II, mengakui tidak mengetahui secara pasti tentang kajian dan sosialisasi sebelum dimulainya pembangunan jalan tol.

Dia berjanji akan menyampaikan persoalan ganti rugi para petani yang terkena dampak kepada pimpinannya.

 

(Sky)

*Update Berita Lainnya di Google News.

Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kurang dari 24 Jam, Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Korban Kecelakaan Truk Molen di Bekasi   

3 November 2026 - 18:14 WIB

Pastikan Pelayanan Optimal, Direksi Jasa Raharja Jenguk Korban Kecelakaan Truk Molen di RS Juwita Bekasi 

2 November 2026 - 16:03 WIB

Respons Cepat Kecelakaan di Bekasi, Jasa Raharja Pastikan Seluruh Korban Terjamin Santunan  

2 November 2026 - 12:46 WIB

Dinkes Kabupaten Bekasi Perkuat Kolaborasi Optimalkan Layanan Kesehatan

2 November 2026 - 11:11 WIB

Layanan Kesehatan Kabupaten Bekasi

Tangani Darurat Medis, Dinkes Kabupaten Bekasi Inovasi Aplikasi Tombol Sirine dan Program Dalang

2 November 2026 - 11:02 WIB

Aplikasi Tombol Sirine

Tokoh Pers Layak Berkontribusi dalam Tim Pembangunan Daerah, Ini Alasannya

1 November 2026 - 21:17 WIB

Trending di NEWS