Penyeludupan 237.305 Benih Bening Lobster Senilai Rp 23,6 Miliar Digagalkan Tim Gabungan Polri       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 18 Okt 2024 14:01 WIB ·

Penyeludupan 237.305 Benih Bening Lobster Senilai Rp 23,6 Miliar Digagalkan Tim Gabungan Polri


Penggagalan upaya penyelundupan benih lobster bening. (Dok: Istimewa) Perbesar

Penggagalan upaya penyelundupan benih lobster bening. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Tim Gabungan Bareskrim Polri bekerja sama dengan Kanwil DJBC Kepri dan Lantamal IV Batam berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster bening di Perairan Berakit, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Hal ini disampaikan oleh Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol Nunung Syaifuddin, S.I.K., M.M., yang didampingi oleh Kakanwil DJBC Khusus Kepri, Adhang Noegroho Adhi, dalam konferensi pers di Kantor DJBC Khusus Kepri, Kabupaten Karimun, pada Kamis (17/10/2024).

Brigjen Pol Nunung menjelaskan bahwa upaya tersebut berawal dari informasi dan hasil penyelidikan yang akurat mengenai keberadaan “kapal hantu” yang akan menjemput benih lobster yang telah dikemas rapi untuk dibawa keluar negeri secara ilegal.

BACA JUGA:  Jalin Kerjasama, BRI Beri Kemudahan Layanan Perbankan di Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tim gabungan kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menangkap kapal HSC (High Speed Craft) pada tanggal 14 Oktober 2024, serta menggagalkan penyelundupan sebanyak 237.305 benih lobster dengan nilai sekitar 23,6 miliar rupiah.

Selama dua bulan, tim Direktorat Tipidter Bareskrim Polri melakukan pemetaan terkait penyelundupan benih lobster di jaringan darat.

Pemetaan menunjukkan bahwa benih berasal dari beberapa provinsi, antara lain Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Lampung, dan Sumatera Barat. Jalur penyelundupan melalui darat melibatkan Provinsi Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau.

BACA JUGA:  Angka Kecelakaan Turun 30 Persen, Wakil Ketua Komisi III DPR Apresiasi Porli

Dirtipidter menjelaskan bahwa sistem penyelundupan yang digunakan adalah Join Cargo, di mana seluruh barang diselundupkan dikumpulkan di satu titik.

Pada tanggal 14 Oktober, tim berhasil mengamankan barang bukti berupa 46 kotak styrofoam berisi 237.305 benih lobster dan satu unit kapal HSC. Pengemudi kapal, yang berinisial CM dan RI, masih dalam pengejaran, sementara identitas pembeli yang diduga berada di luar negeri sedang didalami.

Benih lobster yang diselamatkan telah dilepasliarkan pada Selasa, 15 Oktober 2024, di perairan Anak Kanipan Batu, Kabupaten Karimun, oleh Dit Tipidter Bareskrim Polri, Kanwil DJBC Kepri, Lantamal IV Batam, dan instansi terkait.

BACA JUGA:  Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bekasi Bahas Penetapan Keputusan 2 Raperda

Para pelaku akan dikenakan Pasal 88 Jo Pasal 16 ayat (1) dan/atau Pasal 92 Jo Pasal 26 ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan yang telah diubah menjadi UU Nomor 45 Tahun 2009, serta UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pengganti UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Cipta Kerja. Ancaman pidana bagi pelaku adalah penjara selama 8 tahun dan denda sebesar Rp 1.500.000.000 (satu miliar lima ratus juta rupiah).

 

(Red)

*Update Berita Lainnya di Google News.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Jasa Raharja dan PMI Bangun Ekosistem Penanganan Darurat Kecelakaan Nasional 

16 Juli 2026 - 10:09 WIB

Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Sidak Peternakan Ayam di Permukiman Pasirgombong

15 Juli 2026 - 23:29 WIB

BUMDes Pasirgombong

Kasus Pungli MCK Pasar Bantargebang Menguak, Eks Kabid Pasar Ditahan Kejari Bekasi

15 Juli 2026 - 19:04 WIB

Pokja Wartawan Setu Harap SMKN 1 Setu Tingkatkan Profesionalisme Pelayanan Publik

14 Juli 2026 - 17:09 WIB

SMKN 1 Setu

Raker 2026/2027: SMP Plus Al-Burhaniyah Target Cetak Generasi Islami Berprestasi

13 Juli 2026 - 22:10 WIB

SMP Plus Al-Burhaniyah

Ancaman Bom di SDN Jagakarsa, Polda Metro Minta Warga Tetap Tenang

13 Juli 2026 - 14:44 WIB

Bom di Jagakarsa
Trending di NEWS