konteksberita.com | Kota Bekasi – Persoalan banjir, kebutuhan modal usaha bagi pelaku UMKM, hingga rendahnya insentif kader Posyandu menjadi aspirasi utama yang disampaikan warga saat kegiatan Reses II Anggota DPRD Kota Bekasi komisi I Alit Jamaluddin di RW 21 Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur.
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh dialog tersebut, warga mengeluhkan masih adanya titik genangan yang menyebabkan sejumlah rumah terdampak banjir saat musim hujan.
Menurut politisi PKB itu, laporan yang diterimanya menunjukkan sedikitnya lima hingga enam rumah masih berpotensi terdampak banjir. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan penanganan serius melalui pembangunan dan revitalisasi saluran drainase serta peningkatan infrastruktur lingkungan.
“Masih ada warga yang terdampak banjir. Solusinya tentu perlu perbaikan saluran air dan infrastruktur penunjang agar lingkungan menjadi lebih aman dan nyaman,” kata Alit.
Selain persoalan lingkungan, warga juga meminta perhatian terhadap kondisi jalan lingkungan yang masih membutuhkan perbaikan. Usulan tersebut akan dimasukkan dalam daftar prioritas pembangunan yang akan diperjuangkan melalui mekanisme penganggaran daerah.
Sementara itu, sektor ekonomi masyarakat turut menjadi sorotan. Banyak pelaku UMKM yang berharap pemerintah dapat menghadirkan program bantuan permodalan maupun penguatan usaha agar mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga.
“Permodalan UMKM menjadi salah satu kebutuhan yang paling banyak disampaikan warga. Ini menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan reses tersebut, Alit juga menerima aspirasi dari para kader Posyandu yang berharap adanya peningkatan insentif. Menurutnya, peran kader Posyandu sangat strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak di lingkungan masyarakat.
Di RW 21 terdapat empat Posyandu aktif yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
“Permintaan penambahan insentif kader Posyandu hampir selalu muncul dalam setiap reses. Aspirasi ini akan kami bawa karena mereka memiliki kontribusi besar dalam pelayanan kesehatan warga,” jelasnya.
Alit menegaskan seluruh masukan yang diterima selama reses akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan daerah. Ia berharap aspirasi warga Margahayu yang selama ini belum banyak terakomodasi dapat memperoleh perhatian lebih dari pemerintah.
“Semua aspirasi masyarakat yang disampaikan hari ini akan kami kawal dan perjuangkan agar bisa direalisasikan sesuai kebutuhan warga,” tutupnya.
Imron R









