Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Phishing E-Tilang Fiktif, Lima Pelaku Diamankan       

Menu ✖

Mode Gelap

NEWS · 27 Feb 2026 04:45 WIB ·

Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Phishing E-Tilang Fiktif, Lima Pelaku Diamankan


					Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Phishing E-Tilang Fiktif. (Dok: Istimewa) Perbesar

Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Phishing E-Tilang Fiktif. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap praktik penipuan online dengan modus phishing yang mencatut layanan pembayaran e-tilang milik Kejaksaan Agung.

Sindikat ini diketahui membuat laman tiruan yang menyerupai situs resmi (https://etilang.kejaksaan.go.id) dan menyebarkan tautan palsu melalui pesan singkat massal (SMS blast).

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Himawan Bayu Aji, menjelaskan kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari korban yang mengalami kerugian finansial.

Korban menerima SMS berisi pemberitahuan denda pelanggaran lalu lintas lengkap dengan tautan. Saat tautan tersebut dibuka, korban diarahkan ke situs palsu dengan tampilan yang sangat mirip dengan laman resmi Kejaksaan.

BACA JUGA:  Polri Bakal Tegas Menindak Premanisme Berkedok Ormas yang Ganggu Investasi

Karena mengira situs tersebut asli, korban kemudian memasukkan data pribadi serta informasi kartu kredit. Data itulah yang kemudian dimanfaatkan pelaku untuk melakukan aksi kejahatan.

Dari hasil penyelidikan, aparat menemukan sedikitnya 124 tautan phishing yang digunakan dalam operasi ini. Penyidik juga mengidentifikasi tambahan enam nomor ponsel yang dipakai untuk menyebarkan SMS blast, melengkapi lima nomor yang sebelumnya telah terdeteksi.

BACA JUGA:  Polsek Cikarang Barat Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Antusias Dapatkan Sembako Terjangkau

Pengembangan kasus membawa petugas pada penangkapan lima tersangka di wilayah Jawa Tengah dan Banten. Berdasarkan pemeriksaan, aksi ini dikendalikan oleh seorang warga negara asing asal Tiongkok, sementara para tersangka di Indonesia bertugas sebagai operator yang menjalankan instruksi.

Masing-masing pelaku memiliki peran berbeda, mulai dari pengirim SMS massal, penyedia perangkat SIM box, pemasok kartu SIM yang telah teregistrasi, hingga pengelola operasional. Mereka disebut merupakan bagian dari jaringan terstruktur yang dikendalikan dari luar negeri.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan atas Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dan ketentuan dalam KUHP. Ancaman hukuman maksimal mencapai 15 tahun penjara dan denda hingga Rp12 miliar.

BACA JUGA:  Gempa M 4,7 Guncang Sukabumi Hari Ini

Polri mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada pesan dari nomor tak dikenal, khususnya yang mengatasnamakan instansi pemerintah dan menyertakan tautan.

Publik diminta selalu memeriksa keaslian alamat situs sebelum memasukkan data pribadi maupun informasi keuangan guna menghindari penipuan serupa.

 

(Red)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Jasa Raharja Perkuat Integritas dan Kepedulian dalam Pelayanan  

28 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Usung Tema Bermunajat Menjaga Alam Nusantara, Prabu Peduli Lingkungan Rayakan Milad ke-7

28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Prabu Peduli Lingkungan

Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi Keselamatan Transportasi Hadapi Nataru 2026/2027  

28 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Operasi Patuh 26 Oktober hingga 8 November 2026, Korlantas Kedepankan Edukasi Humanis

28 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Operasi Patuh

Sumpah Pemuda 2026: Ridwan Anthony Taufan Dorong Pemuda Berintegritas

28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Polisi Sita 1,5 Kg Sabu di Kebon Jeruk, Dua Pria Ditangkap

27 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Sabu di Kebon Jeruk
Trending di NEWS