konteksberita.com || Bekasi – Jasa Raharja bersama Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan RI memperkuat kampanye keselamatan transportasi jalan melalui kegiatan pengecekan armada di pool PO Sinar Jaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan Pra Operasi Ketupat 2026 yang difokuskan pada peningkatan keselamatan angkutan orang dan barang selama musim mudik Lebaran.
Kasubditlaka Ditgakkum Korlantas Polri, Kombes Pol C.F. Hotman Sirait, menegaskan bahwa kesiapan pengemudi dan kendaraan merupakan faktor krusial dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.
“Kami bersama stakeholder transportasi melakukan edukasi langsung kepada pelaku usaha angkutan. Pesan utamanya jelas, jangan mengutamakan kecepatan, tetapi keselamatan. Pengemudi harus dipastikan dalam kondisi sehat, tidak kelelahan, dan kendaraan wajib melalui pengecekan teknis sebelum dioperasionalkan,” ujarnya.
Hotman menambahkan, pengawasan internal perusahaan otobus perlu ditingkatkan, terutama menjelang puncak arus mudik. Ia juga mengingatkan agar pengemudi tidak dipaksa bekerja melebihi batas waktu (over time) karena berisiko fatal di jalan.
“Sering kali kecelakaan dipicu faktor yang dianggap kecil, seperti kelelahan atau keterlambatan perawatan kendaraan. Namun dampaknya bisa sangat fatal. Karena itu, kesiapan armada dan kondisi pengemudi adalah harga mati,” katanya.
Menurutnya, kampanye keselamatan juga dilakukan jajaran Satlantas di berbagai daerah sebagai langkah preventif dari sisi hulu.
“Rekan-rekan Satlantas bekerja di hulu dengan mengingatkan dan mengedukasi perusahaan angkutan penumpang maupun barang. Mereka membawa data dan fakta kecelakaan sebagai bahan evaluasi agar pelaku usaha bisa melakukan antisipasi ke depan,” jelasnya, Jumat (13/2/2026).
Sementara itu, Kepala Divisi Pelayanan dan TJSL Jasa Raharja,Hervanka Tri Dianto, menyampaikan bahwa persiapan menghadapi Lebaran 2026 dilakukan melalui tiga tahapan utama, yakni pre-event, on-event, dan post-event.
“Kegiatan hari ini merupakan bagian dari pre-event yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Bersama Korlantas, Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan, serta pemilik perusahaan otobus, kami memastikan kendaraan yang akan beroperasi dalam kondisi laik jalan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan pengemudi sebelum bertugas guna memastikan keselamatan perjalanan.
“Harapannya, baik kendaraan maupun pengemudi sama-sama siap, sehingga penumpang dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan selamat,” kata Hervanka.
Direktur Utama PO Sinar Jaya, Teddy Kurniawan Rusli, menyatakan pihaknya rutin melakukan ramp check setiap tahun sebagai bagian dari standar operasional perusahaan.
“Keselamatan adalah prioritas utama kami. Pemeriksaan kendaraan dan kesiapan pengemudi dilakukan secara berkala. Jika pun terjadi kecelakaan, tidak selalu disebabkan oleh faktor internal bus, tetapi juga dinamika di jalan,” ujarnya.
Teddy menambahkan, perusahaan memberikan perlindungan tambahan bagi penumpang melalui skema asuransi berlapis.
“Kami memberikan jaminan melalui Jasa Raharja dan asuransi tambahan. Ini bentuk komitmen kami terhadap perlindungan penumpang,” katanya.
Sinergi antara Jasa Raharja, Korlantas Polri, dan Kementerian Perhubungan diharapkan mampu memperkuat budaya keselamatan berlalu lintas serta menekan risiko kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Keselamatan transportasi jalan, menurut para pemangku kepentingan, bukan hanya tanggung jawab regulator dan operator, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh pengguna jalan.
Kegiatan ini turut dihadiri Kasubdit Manajemen Keselamatan Direktorat Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan,Ellis Simbolon, Kasubditlaka Ditgakkum Korlantas Polri, Kombes Pol Hotmas Sirait, Kepala Divisi Pelayanan dan TJSL Jasa Raharja, Hervanka Tri Dianto, serta Kepala Jasa Raharja Cabang Bekasi, Eko Prasetyo.








