KONTEKSBERITA.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. H. Arief Kurnia, menghadiri Forum Perangkat Daerah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang berlangsung di UPTD Pelatihan Kesehatan, Kota Bandung, Kamis–Jumat (12–13/02/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, dr. Sri Enny Mainarti, serta Direktur RSUD Cabangbungin, dr. Erni Herdiani.
Forum ini menjadi bagian dari tahapan penyusunan serta penyempurnaan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027 sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.
Dr. Arief menjelaskan, keikutsertaan pihaknya dalam forum tersebut bertujuan menyampaikan sejumlah usulan prioritas, khususnya terkait pengembangan RSUD Cabangbungin pada 2027.
Salah satu poin utama yang diajukan adalah penambahan kapasitas tempat tidur hingga sekitar 122 unit. Menurutnya, kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di wilayah utara Kabupaten Bekasi terus meningkat seiring pertumbuhan kawasan tersebut.
“Permintaan layanan kesehatan di wilayah utara semakin tinggi. Karena itu, kami mengusulkan penambahan kapasitas tempat tidur hingga kurang lebih 122 unit,” ujarnya.
Ia menambahkan, rencana pembangunan yang sempat diproyeksikan pada 2026 belum dapat direalisasikan akibat sejumlah kendala. Oleh karena itu, usulan tersebut kembali diajukan untuk tahun 2027 melalui dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Sementara itu, Direktur RSUD Cabangbungin, dr. Erni Herdiani, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas tempat tidur juga menjadi bagian dari upaya peningkatan status rumah sakit menjadi kelas C. Selain itu, pihaknya turut mengusulkan pengadaan alat CT Scan serta ambulans dengan fasilitas lengkap.
Menurutnya, keberadaan CT Scan sangat dibutuhkan karena fasilitas tersebut belum tersedia di wilayah utara Kabupaten Bekasi. Padahal, RSUD Cabangbungin telah memiliki dua dokter spesialis saraf, tiga dokter bedah, serta dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang membutuhkan layanan penunjang diagnostik.
“CT Scan sangat penting untuk menunjang pelayanan medis. Begitu pula ambulans dengan fasilitas lengkap yang dibutuhkan untuk menjamin keselamatan pasien saat proses rujukan,” jelasnya.
Di sisi lain, Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, dr. Sri Enny Mainarti, berharap forum ini mampu mendorong peningkatan mutu pelayanan di RSUD Kabupaten Bekasi yang berstatus tipe B dan menjadi rumah sakit rujukan di wilayah tersebut.
Ia juga menargetkan RSUD Kabupaten Bekasi dapat berkembang menjadi rumah sakit pendidikan guna membantu pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di masa mendatang.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. R. Vini Adiani Dewi, menegaskan bahwa forum perangkat daerah merupakan wadah strategis untuk memperkuat tata kelola pelayanan kesehatan serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta fasilitas layanan kesehatan menjadi kunci dalam mewujudkan sistem kesehatan yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia mengakui, Jawa Barat masih menghadapi sejumlah tantangan di sektor kesehatan, seperti penurunan angka kematian ibu dan bayi, peningkatan kesehatan remaja dan kesehatan jiwa, perbaikan status gizi, pemerataan tenaga kesehatan, hingga persoalan kesehatan lingkungan dan penanggulangan bencana.
Meski demikian, berbagai indikator kesehatan menunjukkan tren positif. Umur harapan hidup masyarakat Jawa Barat kini mencapai 75,3 tahun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, angka kematian bayi turun menjadi 6,671 per seribu kelahiran, sedangkan angka kematian ibu menurun menjadi 82,1 per 100 ribu kelahiran hidup. Prevalensi stunting juga mengalami penurunan menjadi 15,9 persen.
“Capaian ini menunjukkan arah kebijakan yang sudah tepat. Namun penguatan sistem layanan kesehatan tetap harus menjadi prioritas di seluruh wilayah Jawa Barat,” pungkasnya.
(Red)








