Operasi Keselamatan Jaya 2026 Bakal Berlangsung Selama Dua Pekan       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 3 Feb 2026 05:16 WIB ·

Operasi Keselamatan Jaya 2026 Bakal Berlangsung Selama Dua Pekan


Operasi Keselamatan Jaya 2026. (Dok: Istimewa) Perbesar

Operasi Keselamatan Jaya 2026. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Polda Metro Jaya menggelar apel pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Jaya 2026 di Lapangan Presisi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Senin (2/2/2026). Apel tersebut dipimpin Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono dan diikuti personel dari berbagai satuan.

Operasi Keselamatan Jaya 2026 dilaksanakan selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini bertujuan untuk menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas menjelang datangnya bulan suci Ramadan, khususnya di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

BACA JUGA:  Polisi Amankan Pengendara Pajero dengan Strobo dan Sirine Pelat Dinas Polri, Ternyata Milik Warga Sipil

Brigjen Pol Dekananto menyampaikan bahwa menjelang Ramadan aktivitas dan mobilitas masyarakat biasanya mengalami peningkatan, yang berdampak pada kepadatan arus lalu lintas serta potensi terjadinya pelanggaran dan kecelakaan.

“Sebagai pusat aktivitas nasional, Jakarta menjadi gambaran budaya tertib berlalu lintas masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, operasi ini lebih menitikberatkan pada peningkatan kesadaran dan kepatuhan pengguna jalan, sekaligus menurunkan tingkat kecelakaan dan fatalitas korban lalu lintas.

BACA JUGA:  Tokoh Masyarakat Apresiasi Bupati Bekasi Realisasikan Pembangunan Jembatan Manunggal Sasak Sadang

Menurut Dekananto, wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya merupakan etalase bangsa, sehingga kondisi lalu lintas yang aman dan tertib mencerminkan tingkat kedisiplinan masyarakat.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Jaya tidak bertujuan untuk mencari kesalahan pengendara, melainkan membangun budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.

Sasaran utama operasi difokuskan pada jenis pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

BACA JUGA:  RSUD Cabangbungin Bantah Rekrut Honorer Ilegal, Kuasa Hukum Tegaskan Tak Ada Jabatan “Asisten Direktur”

Dalam pelaksanaannya, operasi ini mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, serta represif yang dilakukan secara proporsional. Upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat akan terus dilakukan selama kegiatan berlangsung.

Selain itu, kehadiran personel akan ditingkatkan di sejumlah titik rawan pelanggaran dan kecelakaan.

Penegakan hukum dilakukan secara profesional melalui pemanfaatan ETLE statis dan mobile, drone patrol presisi, serta penindakan manual yang mengedepankan prinsip humanis.

 

(Red)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

LBH BYN Didirikan, AWPI Kota Bekasi Siap Kolaborasi

12 April 2026 - 10:43 WIB

Bhabinkamtibmas Lubangbuaya Gelar Halalbihalal, Ajak Warga Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades

12 April 2026 - 10:31 WIB

Bhabinkamtibmas Lubangbuaya Buaya

Polisi Gagalkan Peredaran 1.409 Vape Narkoba Jenis Etomidate di Jakarta Timur

10 April 2026 - 13:05 WIB

Narkoba Etomidate

Wawali Bekasi Melayat Korban Ledakan SPBE Cimuning, Korban Meninggal Jadi Empat

10 April 2026 - 01:01 WIB

KDM Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta Akibat Tak Jalankan Kebijakan

9 April 2026 - 10:38 WIB

Samsat Soekarno-Hatta

Akun “Badan Perwakilan Netizen” Dilaporkan ke Polisi, Diduga Sebar Hoaks dan Cemarkan Nama Baik

9 April 2026 - 08:18 WIB

Badan Perwakilan Netizen
Trending di NEWS