KONTEKSBERITA.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi di wilayah terdampak maupun di luar daerah untuk segera memberikan bantuan penanganan bencana di Sumatra. Bantuan ini mencakup layanan kesehatan, logistik, dukungan darurat, hingga pendampingan psikososial.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperkuat peran perguruan tinggi dalam respon bencana.
“Dalam situasi darurat seperti di Sumatra, kehadiran akademisi, peneliti, dan mahasiswa di lapangan membuktikan bahwa ilmu, teknologi, dan inovasi harus bekerja untuk masyarakat. Kami memastikan seluruh sumber daya perguruan tinggi bergerak cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).
Sejumlah kampus di Aceh bergerak cepat. Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh membuka dapur umum sejak 30 November 2025 untuk mahasiswa terdampak serta menggalang donasi agar operasionalnya dapat berlanjut hingga kondisi membaik.
Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara juga membuka dapur umum, menyediakan posko kesehatan, dan mengalihfungsikan auditorium sebagai tempat pengungsian.
Tim relawan Universitas Teuku Umar (UTU) menembus wilayah Beutong Ateuh Banggala yang mengalami banjir paling parah. Mereka mendirikan dapur umum dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan mendesak.
Sementara itu, Universitas Samudra (Unsam) Langsa menjadi salah satu titik terdampak paling berat, dengan 315 pengungsi yang ditampung di Gedung Multiguna pada puncak banjir. Unsam segera mendirikan posko bantuan dan menyediakan makanan dua kali sehari bagi mahasiswa terdampak.
Universitas Abulyatama Aceh (Unaya) mengirim tim kesehatan ke Pidie Jaya serta menggalang donasi untuk warga terdampak di Bireuen, Aceh Utara, Langsa, dan Aceh Tamiang.
Di Sumatera Utara, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) membuka beasiswa darurat bagi mahasiswa korban bencana di tiga provinsi. Pendaftaran berlangsung hingga 13 Desember dan hasilnya diumumkan pada 17 Desember 2025.
Kontribusi juga datang dari Universitas Putra Indonesia YPTK Padang yang memberikan layanan dukungan psikososial, menyalurkan air bersih dan sembako, serta membantu membersihkan rumah warga terdampak.
Dari luar Sumatra, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengirim tim relawan awal untuk melakukan asesmen kondisi lapangan sekaligus memetakan kebutuhan bantuan selanjutnya.
Kemdiktisaintek mengapresiasi inisiatif dan kecepatan perguruan tinggi dalam merespons bencana, serta terus melakukan koordinasi dengan kampus, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya. Pemerintah juga menyiapkan dukungan tambahan berupa relaksasi pembelajaran untuk kampus yang terdampak parah.
“Perguruan tinggi adalah kekuatan publik yang sangat penting dalam menghadapi bencana. Gerak cepat kampus menjadi modal besar untuk memastikan masyarakat dapat pulih, bangkit, dan kembali menjalani aktivitas pendidikan tanpa hambatan,” tegas Mendiktisaintek.
(Red)








