Banyak Kasus Keracunan, DPRD Jabar Desak Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis Diperketat       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 25 Okt 2025 07:37 WIB ·

Banyak Kasus Keracunan, DPRD Jabar Desak Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis Diperketat


Anggota Komisi V DPRD Jabar, Aceng Malki. (Dok: Istimewa) Perbesar

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Aceng Malki. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Kasus keracunan makanan yang berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat tercatat cukup tinggi dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat meminta agar pelaksanaan program MBG di provinsi ini diawasi dengan lebih ketat.

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Aceng Malki, mengungkapkan bahwa hasil kunjungan lapangan menunjukkan masih lemahnya pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta rendahnya profesionalitas tenaga pengelola.

BACA JUGA:  Jalan MT Haryono Setu Bekasi Rusak Parah, Pengguna Jalan Terancam Bahaya

“Banyak SPPG yang tidak berkoordinasi dengan puskesmas atau pemerintah setempat,” ujar Aceng, Rabu (22/10/2025).

Ia menambahkan, tak sedikit SPPG yang keberadaannya bahkan tidak diketahui oleh perangkat daerah setempat. Selain itu, banyak tenaga dapur yang belum memiliki kompetensi memasak dalam skala besar, sehingga berdampak pada kualitas makanan yang disajikan.

“Hal ini perlu dievaluasi dari sisi pengawasan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Disperkimtan Kabupaten Bekasi Realisasikan Pemasangan 102 PJU di Desa Cibening Setu

Aceng juga menyoroti sejumlah pelanggaran dalam penyediaan menu bergizi, seperti tidak tersedianya susu dan buah-buahan di beberapa sekolah penerima manfaat program MBG.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan masih banyak dapur penyedia MBG yang belum memiliki Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dari total 2.131 dapur penyedia, hanya 17 dapur yang sudah memiliki sertifikasi tersebut.

BACA JUGA:  Dinkes Kabupaten Bekasi Tegaskan Komitmen Menjaga Keberlanjutan Program JKN

“Kondisi ini menunjukkan lemahnya sistem seleksi dapur yang masih dipengaruhi oleh faktor koneksi,” pungkas Aceng.

 

(Red)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

LBH ICMI Orda Kabupaten Bekasi Terbentuk, Siap Berikan Pelayanan Hukum

4 Agustus 2026 - 18:56 WIB

LBH ICMI

Petahana Yosep Resmi Daftar Pilkades Lubangbuaya 2026, Target Tuntaskan Program Tertunda

4 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Pemkot Bandung Usut Tuntas Penebangan Pohon di Jalan Riau, Izin Usaha Ikut Diperiksa

4 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Penebangan Pohon Bandung

Pastikan Pelayanan Maksimal, Direksi Jasa Raharja Tinjau Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II

4 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Vonis 2 Tahun 10 Bulan Digugat, Kuasa Hukum Panji Pasa Pratama Ajukan Memori Banding: Dakwaan Kabur, Perkara Dinilai Ranah Perdata

3 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Panji Pasa Pratama

Jasa Raharja dan Kementerian PANRB Perkuat Koordinasi Tingkatkan Kepatuhan PKB dan SWDKLLJ 

3 Agustus 2026 - 00:11 WIB

Trending di NEWS