KPK Tahan Tersangka Kasus Korupsi Terkait Perjanjian Jual Beli Gas di PT PGN Tahun Anggaran 2017–2021       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 3 Okt 2025 07:32 WIB ·

KPK Tahan Tersangka Kasus Korupsi Terkait Perjanjian Jual Beli Gas di PT PGN Tahun Anggaran 2017–2021


KPK Tahan Tersangka Kasus Korupsi Terkait Perjanjian Jual Beli Gas di PT PGN Tahun Anggaran 2017–2021. (Dok: Istimewa) Perbesar

KPK Tahan Tersangka Kasus Korupsi Terkait Perjanjian Jual Beli Gas di PT PGN Tahun Anggaran 2017–2021. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan tersangka HPS, yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) periode 2008–2017, terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam perjanjian jual beli gas antara PT PGN dan PT IAE (swasta) pada Tahun Anggaran 2017–2021.

Penahanan terhadap HPS dilakukan untuk masa 20 hari pertama, terhitung sejak 1 hingga 20 Oktober 2025, di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK Gedung Merah Putih, Jakarta.

BACA JUGA:  Dugaan Pelecehan Oleh Oknum Perusahaan ke Karyawan Kembali Terjadi di Bekasi

Dalam perkara ini, sebelumnya KPK telah menahan dua tersangka lainnya pada 11 April 2025, yakni DP selaku Direktur Komersial PT PGN periode 2016–2019, serta ISW yang menjabat sebagai Komisaris PT IAE periode 2006–2023.

Berdasarkan konstruksi perkara, kasus ini bermula dari pengondisian kesepakatan kerja sama antara PT PGN dan PT IAE oleh HPS dan AS, yang mencakup jual beli gas dengan opsi akuisisi melalui metode pembayaran advance payment sebesar USD 15 juta.

BACA JUGA:  Ini Penyebab Kejari Tahan Oknum DPRD Kabupaten Bekasi

Setelah kesepakatan tercapai, AS memberikan uang sebesar SGD 500.000 kepada HPS sebagai commitment fee. Dari jumlah tersebut, HPS memberikan USD 10.000 kepada YG, yang berperan sebagai perantara komunikasi antara HPS dan AS.

Atas perbuatannya, HPS disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

BACA JUGA:  Jasa Raharja Gandeng Organda, Dorong Integrasi Data dan Keselamatan Transportasi Nasional

KPK berharap penanganan perkara ini dapat menjadi pemicu penguatan upaya pencegahan korupsi di sektor energi, khususnya dalam aspek tata kelola dan tata niaga gas di Indonesia.

Pasalnya, tindak pidana korupsi di sektor ini berpotensi mengganggu rantai pasok serta ketersediaan gas bumi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

 

(Red)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gudang Penadah Motor Curian di Jaksel Digerebek, Ribuan Unit Diamankan

12 Mei 2026 - 10:22 WIB

Gudang Penadah Motor

Kegiatan Sosial Rutin, Karang Taruna Desa Mekarwangi Begikan Sembako Kepada Lansia

10 Mei 2026 - 14:44 WIB

Karang Taruna Mekarwangi Berbagi

Polisi Bongkar Peredaran 16 Kg Sabu di Depok

9 Mei 2026 - 10:02 WIB

Sabu di Depok

Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara, Jasa Raharja Pastikan Jaminan

8 Mei 2026 - 21:29 WIB

Polda Riau Bongkar Dapur Arang Ilegal, Ribuan Karung Arang Bakau Disita

7 Mei 2026 - 12:17 WIB

Arang Bakau

Polda Banten Bongkar Penyalahgunaan BBM Subsidi, 8 Orang Ditangkap

6 Mei 2026 - 15:16 WIB

Penyalahgunaan BBM Subsidi Banten
Trending di NEWS