Gerakan Pangan Murah Dilaksanakan di Seluruh Kecamatan di Jabar Secara Serentak       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 31 Agu 2025 17:07 WIB ·

Gerakan Pangan Murah Dilaksanakan di Seluruh Kecamatan di Jabar Secara Serentak


Gerakan Pangan Murah Jawa Barat. (Dok: Istimewa) Perbesar

Gerakan Pangan Murah Jawa Barat. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Seluruh kecamatan di Provinsi Jawa Barat pada hari ini, Sabtu (30 Agustus 2025), melaksanakan penyaluran beras melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM). Penyaluran ini khususnya mencakup beras jenis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disediakan oleh Perum Bulog.

Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Sumasna, menyampaikan bahwa melalui program GPM, setiap kecamatan di Jawa Barat mendapat alokasi penyaluran beras SPHP sebanyak 7 ton per hari.

BACA JUGA:  Kepergok, Maling Motor di Cileungsi Bogor Babak Belur Diamuk Massa

“Hingga tadi malam sampai hari ini, sudah tersedia stok sebanyak 1.658 ton untuk disalurkan ke 559 kecamatan. Kecamatan yang belum menerima pasokan akan segera menyusul, karena program ini akan terus dilaksanakan hingga harga beras kembali stabil atau sampai bulan Desember 2025,” ujar Sumasna dalam kegiatan GPM yang berlangsung di Lapangan Basket KPAD Gegerkalong, Kota Bandung.

Adapun jumlah total kecamatan di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat mencapai 627 kecamatan.

BACA JUGA:  Anggota Tertembak Saat Patroli di Yalimo, Polri Lakukan Penyidikan

Selain beras SPHP dari Bulog, kegiatan GPM juga menyediakan kebutuhan pokok lainnya, seperti minyak goreng, gula pasir, dan barang kebutuhan lain sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.

Beras SPHP dijual dengan harga Rp60.000 per kemasan (berisi 5 kilogram), atau setara dengan Rp12.000 per kilogram.

Pelaksanaan GPM secara serentak hari ini dilakukan di seluruh Indonesia, dan secara resmi diluncurkan di Jakarta oleh tiga menteri, yaitu Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Menteri Perdagangan Budi Santoso.

BACA JUGA:  Hukum Tak Boleh Tunduk pada Mobilisasi Massa, Dugaan Peran FF di Kota Wisata Harus Diusut Tuntas

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa untuk menjaga stabilitas harga beras, pemerintah telah menyiapkan 1,3 juta ton cadangan beras yang akan didistribusikan hingga akhir Desember 2025. Total stok cadangan beras pemerintah saat ini mencapai 4 juta ton.

 

(Red)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung Bersama Uang dan Emas Sitaan

17 Juli 2026 - 09:53 WIB

Don Ritto

Jasa Raharja Dorong Integrasi Data untuk Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor 

16 Juli 2026 - 17:47 WIB

Sidang Ade Kuswara Kunang: Ahli Sebut Bukti yang Diperoleh Secara Melawan Hukum Tak Sah

16 Juli 2026 - 17:47 WIB

Sidang Ade Kuswara Kunang

Jasa Raharja dan PMI Bangun Ekosistem Penanganan Darurat Kecelakaan Nasional 

16 Juli 2026 - 10:09 WIB

Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Sidak Peternakan Ayam di Permukiman Pasirgombong

15 Juli 2026 - 23:29 WIB

BUMDes Pasirgombong

Kasus Pungli MCK Pasar Bantargebang Menguak, Eks Kabid Pasar Ditahan Kejari Bekasi

15 Juli 2026 - 19:04 WIB

Trending di NEWS