Kemenkes Imbau Orang Tua Agar Anak Segera Imunisasi Campak       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 27 Agu 2025 11:58 WIB ·

Kemenkes Imbau Orang Tua Agar Anak Segera Imunisasi Campak


Ilustrasi: Imunisasi Campak Pada Anak. (Dok: Istimewa) Perbesar

Ilustrasi: Imunisasi Campak Pada Anak. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau seluruh orang tua dan pengasuh untuk segera membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti posyandu atau puskesmas, guna mendapatkan imunisasi campak.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para orang tua dan pengasuh, agar segera membawa anak ke posyandu, puskesmas, atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat yang menyediakan layanan imunisasi,” ujar Direktur Imunisasi Kemenkes, Prima Yosephine, pada Selasa (27/8/2025).

Saat ini, imunisasi campak telah menjadi bagian dari Program Imunisasi Nasional. Dalam program tersebut, anak-anak dijadwalkan menerima imunisasi campak sebanyak tiga kali, yaitu pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat duduk di kelas 1 sekolah dasar.

BACA JUGA:  Kepala BKN Minta Penetapan CASN Segara Diproses Oleh Instansi Pusat dan Daerah

Meski terdapat tiga jadwal, setidaknya anak perlu mendapatkan imunisasi campak sebanyak dua kali, yakni pada usia 9 bulan dan 18 bulan.

Imunisasi ini sangat penting dilakukan untuk mencegah penyebaran campak di kalangan anak-anak, terutama karena beberapa provinsi saat ini sedang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.

“Imunisasi penting diberikan agar anak dapat membentuk antibodi secara aktif terhadap virus campak,” tambahnya.

BACA JUGA:  Pemdes Muktijaya Prioritaskan DD Tahap I TA 2023 Bangun Jaling

Hingga 24 Agustus 2025, Kemenkes mencatat sebanyak 46 KLB campak terjadi di 42 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi. Salah satu daerah yang terdampak adalah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Di wilayah tersebut, tercatat sebanyak 2.139 kasus suspek campak, dengan 205 kasus terkonfirmasi positif dan 17 kasus di antaranya berujung pada kematian.

Campak merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang sangat menular. Penyakit ini ditandai dengan munculnya ruam pada seluruh tubuh serta gejala mirip flu, yang disebabkan oleh virus rubella.

BACA JUGA:  PWI Pusat Akhiri Dualisme di Jawa Barat

“Campak sangat mudah menular, bahkan tingkat penularannya lebih tinggi dibandingkan COVID-19,” tegas Direktur Prima.

Oleh karena itu, Direktur Prima kembali mengingatkan bahwa campak dapat dicegah melalui imunisasi.

Ia pun menegaskan bahwa para orang tua dan pengasuh tidak boleh menunda-nunda pemberian imunisasi campak kepada anak-anak mereka.

 

(Red)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polsek Cikarang Barat Gelar Police Go To School di SMKN 1 Cikarang Barat, Imbau Siswa Hindari Tawuran dan Narkoba

30 April 2026 - 10:37 WIB

Polsek Cikarang Barat

Ahli Waris Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Terima Santunan dari Jasa Raharja

29 April 2026 - 11:30 WIB

Jasa Raharja Tanggung Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Kereta Api ke 8 RS

28 April 2026 - 21:21 WIB

DPW PPP Jabar Ambil Alih Muscab X DPC PPP Kabupaten Bekasi, Lanjut 29 April di Bandung

28 April 2026 - 16:58 WIB

DPW PPP Jabar

Muscab X DPC PPP Kabupaten Bekasi Diundur, Sarif Marhaendi: SC dan OC Tak Ada di Tempat

28 April 2026 - 16:40 WIB

Muscab PPP Kabupaten Bekasi

Korban Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur

28 April 2026 - 13:04 WIB

Trending di NEWS