Bareskrim Polri Gagalkan Praktik Ilegal Gas Subsidi Bernilai Miliaran Rupiah di Jawa Tengah dan Jawa Barat       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 5 Mei 2025 19:53 WIB ·

Bareskrim Polri Gagalkan Praktik Ilegal Gas Subsidi Bernilai Miliaran Rupiah di Jawa Tengah dan Jawa Barat


Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan penyalahgunaan gas LPG 3 kg bersubsidi. (Dok: Istimewa) Perbesar

Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan penyalahgunaan gas LPG 3 kg bersubsidi. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan penyalahgunaan gas LPG 3 kg bersubsidi yang beroperasi di wilayah Semarang dan Karawang. Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat terkait kelangkaan gas di wilayah Semarang.

Pada 29 April 2025, polisi menggerebek sebuah gudang ilegal di Semarang dan menemukan praktik penyuntikan gas subsidi dari tabung 3 kg ke tabung non-subsidi berukuran 5,5 kg dan 12 kg.

Proses tersebut menggunakan regulator yang telah dimodifikasi dan dibantu es batu. Pelaku mengakui bahwa gas bersubsidi tersebut dijual dengan harga gas industri.

BACA JUGA:  Idul Adha 1445 H, DKM Musholla As'sajadiyah dan P3KRB Sembelih 4 Hewan Kurban

Dalam pengembangan kasus, polisi menangkap empat tersangka di dua lokasi berbeda. Di Karawang, polisi mengamankan TN alias E, pemilik pangkalan resmi yang digunakan sebagai kedok. Sementara di Semarang, ditangkap FZSW alias A selaku pemodal, serta dua penyuntik, DS dan KKI.

Modus operandi sindikat di Karawang adalah mengumpulkan gas subsidi dari pangkalan resmi, kemudian memindahkannya ke tabung 12 kg ilegal untuk dijual kembali.

BACA JUGA:  Pj Bupati Bekasi Tinjau Pembangunan Jalan Pasir Tangkil-Gaok Desa Muktijaya Setu

Modus serupa juga diterapkan di Semarang, dengan menyuntikkan gas subsidi ke berbagai ukuran tabung non-subsidi.

Dari penggerebekan di kedua lokasi, polisi menyita ribuan tabung gas berbagai ukuran, regulator yang dimodifikasi, dan barang bukti lainnya.

Keuntungan ilegal dari sindikat di Karawang diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar per tahun, sementara sindikat di Semarang meraup sekitar Rp3 miliar dalam kurun enam bulan.

BACA JUGA:  Garda Pasundan DPC Cikarang Barat Mendukung Polri dalam Operasi Berantas Premanisme

“Para tersangka dijerat dengan pasal penyalahgunaan minyak dan gas bumi, dengan ancaman hukuman penjara hingga enam tahun dan denda maksimal Rp60 miliar. Bareskrim Polri berkomitmen memberantas penyalahgunaan subsidi dan mengajak masyarakat untuk turut mengawasi. Penyidikan lebih lanjut masih terus dilakukan,” ujar Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pol Nunung Syaifuddin.

 

(Red)

*Update Berita Lainnya di Google News.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polisi Sita 4 Kg Ganja di Palmerah, Seorang Pria Ditangkap

7 Agustus 2026 - 14:27 WIB

Ditersnarkoba Polda Metro Jaya

Polda Malut Ungkap Jaringan Senpi Ilegal, Tiga Tersangka Diamankan

6 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Senpi Ilegal

Kapolda Sumsel Serahkan Penghargaan WBK, Dorong Pelayanan Publik yang Bersih dan Humanis

5 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Kapolda Sumsel

Jasa Raharja Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II

5 Agustus 2026 - 10:39 WIB

LBH ICMI Orda Kabupaten Bekasi Terbentuk, Siap Berikan Pelayanan Hukum

4 Agustus 2026 - 18:56 WIB

LBH ICMI

Petahana Yosep Resmi Daftar Pilkades Lubangbuaya 2026, Target Tuntaskan Program Tertunda

4 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Trending di NEWS