Dugaan Penyerobotan Tanah, Kuasa Hukum H. Musahwi Gugat PT Karya Bahana Unigam ke PN Cikarang       

Menu ✖

Mode Gelap

NEWS · 26 Feb 2025 01:19 WIB ·

Dugaan Penyerobotan Tanah, Kuasa Hukum H. Musahwi Gugat PT Karya Bahana Unigam ke PN Cikarang


Dugaan Penyerobotan Tanah Milik Warga Akibat dari Perluasan Pabrik. (Dok: Istimewa) Perbesar

Dugaan Penyerobotan Tanah Milik Warga Akibat dari Perluasan Pabrik. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Polemik dugaan penyerobatan tanah serta perusakan pagar milik H. Musahwi oleh PT Karya Bahana Unigam Plant 2 (KBU) yang berlokasi di Kampung legon RT 004 RW 005 Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, terus berlanjut.

“Pemilik tanah merasa keberatan dengan hal tersebut. Pasalnya tanah tersebut telah di beli oleh H. Musahwi pada tanggal 6 oktober 2021 sampai tahun 2024 dan tidak ada masalah terkait pagar atau patok pembatas tanah dengan tanah milik Agnes Wibawa SE, Oey Marianne dan Emvy Sandee,” kata Kuasa Hukum, Agus Bahtiar, SH, kepada wartawan.

Pada akhir tahun 2024, lanjut Agus, ada perusahan yang tertarik dengan tanah milik Agnes Wibawa SE, Oey Marianne dan Emvy Sandee untuk perluasan pabrik yaitu PT. Karya Bahana Unigam Plant 2 (KBU).

BACA JUGA:  Tembok Roboh di Tebet Jaksel Telan Korban, 3 Orang Tewas

“Setelah ada penawaran dari PT. Karya Bahana Unigam Plant 2 (KBU), Polemik terjadi setelah pemilik tanah yang bersebelah dengan H. Musahwi yaitu Agnes Wibawa SE, Oey Marianne dan Emvy sandee merasa tanahnya kurang,” jelasnya.

Padahal, kata Agus, telah dilakukan pengukuran ulang bersama BPN dan hasilnya tidak ditemukan kekurangan seperti yang dipermasalahkan, bahkan ditemukan kelebihan tanah pada saat pengukuran.

“Bukannya melakukan upaya hukum terhadap permasalahan tersebut, pihak Agnes Wibawa, SE justru melakukan Eksekusi lahan tersebut secara sepihak menggunakan alat berat tanpa adanya penetapan atau pun putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” jelasnya.

BACA JUGA:  Polisi dan Selebritas Berbagi di Ramadhan, Warga Teluk Pucung

Eksekusi Lahan

Eksekusi lahan terjadi pada 10 Januari 2025 dengan cara merusak pagar serta penyerobotan tanah milik H. Musahwi. Atas kejadian tersebut pemilik lahan mengalami kerugian karena haknya telah diambil paksa.

“Atas kejadian tersebut membuat H. Musahwi melakukan perlawan, penolakan hingga terjadi gesekan yang menyebabkan luka-luka sampai harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” terang Agus.

Melalui kuasa hukumnya yaitu kantor hukum AG_ERS. SH.,MH & Partners melayangkan surat somasi ke PT Karya Bahana Unigam dan Ketua RW karena diduga turut serta membantu eksekusi tersebut.

BACA JUGA:  Kapolri Tegaskan Dukungan Penuh Program Asta Cita, Polri Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi

“Terkait somasi penyerahan lahan tersebut, tidak mendapat jawaban sehingga permasalahan ini berlanjut ke meja hijau,” tegasnya.

Melalui kuasa hukum Gozali SH.,MH, Entol Suparmin SH.,MH, Agus Bahtiar, SH dan Kusmindar, SH, H. Musahwi melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Cikarang atas dugaan perbuatan melawan hukum (PMH) yang dilakukan oleh Agnes Wibawa SE, Oey Marianne dan Emvy Sandee.

“Oleh sebab itu kami meminta kepada instansi terkait untuk turut serta mengawasi, mengawal perkara ini agar keadilan bisa berjalan sebagaimana mestinya,” tutupnya.

 

(Red)

*Update Berita Lainnya di Google News.

Artikel ini telah dibaca 96 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kasus Gangguan Ibadah di GKPI Rajeg, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

13 Oktober 2026 - 12:18 WIB

GKPI Rajeg

Jasa Raharja dan Kejati Sumut Perkuat Sinergi Kelembagaan dan Tata Kelola Perusahaan  

12 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Pelaku Penembakan Pelajar di Garut Ditangkap, Airsoft Gun Disita

12 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Resmob Polda Jabar

Jasa Raharja Salurkan 50 Alat Bantu bagi Penyintas Kecelakaa

9 Oktober 2026 - 21:40 WIB

Kades Tamanrahayu Terpilih, Emin Suryana Alias Bang Jibril Tinjau Langsung Lokasi Rencana Perbaikan Jalan Dahuan

8 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Kades Tamanrahayu Terpilih

Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi   

7 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Trending di NEWS