Bantu Masyarakat Dari Hutang Riba Bank Keliling, Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah Menuju Kebhinekaan Bangsa       

Menu ✖

Mode Gelap

NEWS · 22 Jun 2024 21:02 WIB ·

Bantu Masyarakat Dari Hutang Riba Bank Keliling, Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah Menuju Kebhinekaan Bangsa


DPD Gempa Bekasi Raya. (Dok: Istimewa) Perbesar

DPD Gempa Bekasi Raya. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (Gempa) Bekasi Raya menuju Kebhinekaan Bangsa adalah Motto pergerakan seluruh anggota Gempa khususnya di kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

“Visi dan Misi Ormas ini adalah bermanfaat untuk seluruh Mahluk Ciptaan-Nya, yang lebih sederhananya adalah Berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan untuk kebaikan bersama,” ujar Bang Pule di saung Samoja. Sabtu (22/6/2024).

“Kalau bahasa Syariat Islam visi misi kita adalah Iman, Hijrah, Jihad menuju amal ma’ruf nahi mungkar,” tambahnya.

Lanjut Bang Pule, pergerakan Ormas yang sekarang sedang giat dilaksanakan adalah membantu masyarakat yang sedang kesulitan menghadapi beban hidup.

BACA JUGA:  Polda Sumsel Ungkap 96 Kasus BBM Ilegal, Sita 1,26 Juta Liter Minyak

Contohnya, kata dia, bila ada warga yang sedang terlilit hutang seperti bank emok atau bank keliling, pihaknya melakukan pendampingan agar mencari solusi terbaik, endingnya agar masyarakat terbebas dari hutang tersebut menuju amal ma’ruf nahi mungkar.

“Karena kalau kita lihat dan saksikan masyarakat di bawah ternyata masih banyak terjerat pinjaman bank keliling. Seperti yang sekarang kita tangani di Desa Cikarageman, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi,” jelas Bang Pule.

Ormas Gempa Bekasi Raya

Ormas Gempa giat membantu masyarakat yang Terlilit Hutang Bank Keliling di Desa Cikarageman, Setu. (Dok: Istimewa)

Sementara Warga RT 001 RW 08, Desa Cikarageman, Ibu Asti, menuturkan bahwa dirinya sekarang terlilit hutang bank keliling sejumlah 28 juta.

BACA JUGA:  Polsek Cikarang Barat Tangkap 2 Pelaku Sindikat Curanmor

“Yang awal 5 tahun lalu saya pinjem satu juta dengan bunga 300 ribu perbulannya. Hal tersebut terjadi karena gali lubang tutup lubang, artinya untuk membayar hutang bulan ke depannya diberikan hutang lagi satu juta. Dan Kalau dibayar lunas semisal Rp.1.300.000,- mereka tidak mau, hanya ingin dibayar bunganya saja. Dan akhirnya saya sampai stress,” ujarnya.

BACA JUGA:  Bupati Bekasi Lantik 981 PPPK Tahap II, Komitmen Tuntaskan Penataan Tenaga Honorer

“Ada lagi warga sampai rumah tangganya berantakan akibat bank keliling, bagaimana rumah tangga tidak rusak setiap hari diteror oleh para penagih bank keliling secara paksa, malah ada si penagih dari subuh sudah ada di depan pintu. Setiap hari ketika ada penagih mereka lari dari rumah termasuk saya juga rasakan saat ini,” bebernya.

“Kami berharap kepada pemerintah agar sesegera mungkin menertibkan kalau bisa membubarkan adanya bank keliling, karena sudah sangat meresahkan masyarakat,” tutupnya.

 

Penulis : Sukayat
Editor: Uje

*Update Berita Lainnya di Google News.

Artikel ini telah dibaca 295 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Resmi Dilantik sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Bekasi, Sarif Marhaendi Targetkan 8 Kursi DPRD

17 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Sarif Marhaendi

INACA Apresiasi Kemitraan Strategis Jasa Raharja dalam Ekosistem Penerbangan Nasional  

17 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan, Jasa Raharja Perkuat Literasi Keuangan Ahli Waris Korban Kecelakaan 

16 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Pokja Wartawan Setu dan Prabu Peduli Lingkungan Ikuti Aksi Solidaritas Wartawan di Pemkab Bekasi

15 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Pokja Wartawan Setu

Cegah Sampah Liar, UPTD Kebersihan Bekasi Utara Turun ke Perbatasan

15 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Kasus Gangguan Ibadah di GKPI Rajeg, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

13 Oktober 2026 - 12:18 WIB

GKPI Rajeg
Trending di NEWS