Polisi Ungkap Kasus Sindikat Jual Beli Ginjal Bekasi       

Menu ✖

Mode Gelap

NEWS · 21 Jul 2023 11:56 WIB ·

Polisi Ungkap Kasus Sindikat Jual Beli Ginjal Bekasi


					Konferensi Pers KasusJual Beli Ginjal di Mapolda Metro Jaya. (Dok: Istimewa) Perbesar

Konferensi Pers KasusJual Beli Ginjal di Mapolda Metro Jaya. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Polisi menyebut sindikat perdagangan orang dalam kasus penjualan ginjal dengan jaringan internasional di Kecamatan Tarumaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berhasil meraup omset sebesar Rp24,4 miliar.

Kombes Hengki Haryadi, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, mengungkapkan bahwa omset tersebut terkumpul sejak tahun 2019 dengan jumlah korban mencapai 122 orang.

“Total omset penjualan organ sebesar kurang lebih Rp24,4 miliar,” ungkap Hengki dalam konferensi pers pada Kamis (20/7).

Hengki juga mengungkapkan bahwa sindikat ini menjual organ ginjal korban-korbannya ke Kamboja.

Salah satu tersangka, berinisial H, memiliki peran penting dalam menghubungkan dengan pihak rumah sakit di Kamboja untuk proses transplantasi.

BACA JUGA:  Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Phishing E-Tilang Fiktif, Lima Pelaku Diamankan

Dalam mengungkap kasus ini, Hengki menyebut bahwa polisi menemukan 14 orang yang hendak menjalani operasi transplantasi ginjal di Kamboja.

Polisi berusaha menyelamatkan para korban setelah mendapat informasi ini.

“Namun, upaya penyelamatan terhambat oleh birokrasi dan karena sindikat telah mencium keberadaan polisi, mereka memilih jalur darat ke Vietnam dan akhirnya tertangkap di Surabaya,” ungkap Hengki.

Hengki juga menambahkan bahwa salah satu hambatan dalam kasus ini adalah perbedaan hukum terkait perdagangan orang antara Indonesia dan Kamboja. Hal ini membuat operasi penyelamatan sulit dilakukan.

BACA JUGA:  Polisi Amankan 5 Anggota Lengek Squad Penjual Mobil Bodong di Pati

Sebelumnya, polisi telah menetapkan 12 orang sebagai tersangka kasus perdagangan orang dengan modus penjualan ginjal jaringan internasional di Kecamatan Tarumaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Irjen Karyoto, Kapolda Metro Jaya, menjelaskan bahwa belasan tersangka tersebut memiliki peran berbeda.

Sembilan di antaranya adalah sindikat dalam negeri yang berperan menampung para korban.

Satu tersangka lainnya merupakan sindikat dari luar negeri yang bertugas menghubungkan dengan pihak rumah sakit di Kamboja.

“Ada juga dua tersangka dari kalangan oknum, yang termasuk di dalamnya adalah anggota Polri dan Imigrasi,” tambah Karyoto dalam konferensi pers yang sama.

BACA JUGA:  Resahkan Masyarakat, 4 Orang Pemuda Pelaku Tawuran di Cikarang di Ringkus Polisi

Selain itu, Kombes Hengki Haryadi juga mengungkapkan bahwa ada seorang anggota Polri bernama Aipda M yang terlibat dalam kasus ini.

M berperan dalam menghalangi proses penyidikan dan membantu sindikat untuk menghindari pengejaran polisi.

“Anggota tersebut berusaha merintangi penyidikan dengan berbagai cara, seperti menyuruh buang handphone dan berpindah-pindah tempat, agar para tersangka bisa lolos dari pengejaran polisi. Dia menerima uang sebesar Rp612 juta sebagai imbalan,” jelas Hengki.

 

Editor: Uje

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Jasa Raharja Raih Dua Penghargaan IDTI Awards 2026 atas Transformasi Digital Berorientasi Masyarakat   

6 November 2026 - 11:42 WIB

Pastikan Kesiapan Pelayanan Nataru, Jasa Raharja, Polri dan Kemenhub Gelar Survei Jalur Bakauheni-Merak 

6 November 2026 - 11:37 WIB

Drainase Bermasalah, Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Desak Pemkab Benahi Jalan KH Fudholi

6 November 2026 - 00:07 WIB

Saeful Islam

Polisi Bongkar Lapak Sabu di Tanah Abang, 18 Orang Diciduk

5 November 2026 - 11:06 WIB

Lapak Sabu Tanah Abang

Resmi Dilantik Jadi Kades Tamanrahayu Masa Bhakti 2026–2034, Emin Suryana Gelar Tasyakuran 7 Tumpeng

4 November 2026 - 21:51 WIB

Kades Tamanrahayu

Ketua BPD Lubangbuaya Ucapkan Selamat atas Pelantikan Kades Maulana Yusup Periode 2026-2034

4 November 2026 - 21:45 WIB

Ketua BPD Lubangbuaya
Trending di NEWS