Dirjen Dukcapil Beri Penjelasan soal Pencatatan Nama Minimal Dua Kata       

Menu ✖

Mode Gelap

NEWS · 26 Mei 2022 07:38 WIB ·

Dirjen Dukcapil Beri Penjelasan soal Pencatatan Nama Minimal Dua Kata


					Dirjen Dukcapil Beri Penjelasan soal Pencatatan Nama Minimal Dua Kata Perbesar

JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 73 Tahun 2022 tentang Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan.

Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan, pencatatan nama pada dokumen kependudukan perlu diatur sebagai pedoman bagi penduduk dan pejabat yang berwenang melakukan pencatatan untuk memudahkan pelayanan publik.

“Sehingga memberikan manfaat untuk pedoman pencatatan nama, penulisan nama pada dokumen kependudukan, dan meningkatkan kepastian hukum pada dokumen kependudukan,” papar Dirjen Zudan di Jakarta, Senin (23/5/2022).

BACA JUGA:  Ketua LSM Penjara Soroti Dugaan Rangkap Jabatan P3K di Kabupaten Bekasi

Selain itu, memudahkan dalam pelayanan administrasi kependudukan, perlindungan hukum, serta pemenuhan hak konstitusional dan mewujudkan tertib administrasi kependudukan.

Dirjen Zudan memang sangat bersemangat menyosialisasikan Permendagri Nomor 73 Tahun 2022 ini.

Dirinya menekankan bahwa pencatatan nama pada dokumen kependudukan mesti sesuai prinsip norma agama, kesopanan, kesusilaan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Antara lain syaratnya mudah dibaca, tidak bermakna negatif, dan tidak multitafsir, jumlah huruf paling banyak 60 karakter termasuk spasi dan nama paling sedikit dua kata,” jelasnya.

BACA JUGA:  Disperkimtan Kabupaten Bekasi Gelar Turnamen Mini Soccer Antar Pegawai, Ini Para Juaranya!

Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan anak dalam pelayanan publik lainnya. Zudan memberi contoh saat pendaftaran sekolah.

Ketika si anak diminta guru menyebutkan namanya, dalam pembuatan ijazah, paspor dan lain sebagainya.

“Jika ada nama orang hanya satu kata, disarankan, diimbau untuk minimal dua kata, namun jika pemohon bersikeras untuk satu kata, boleh,” tukasnya.

BACA JUGA:  LKPI: Melki Laka Lena-Johni Asadoma Ungguli Survei Pemilihan Cagub-Cawagub NTT 2024

Hal ini hanya bersifat imbauan dan namanya tetap bisa dituliskan dalam dokumen kependudukan.

Alasan minimal dua kata adalah lebih dini dan lebih awal memikirkan, mengedepankan masa depan anak. Contoh ketika anak mau sekolah atau mau ke luar negeri untuk membuat paspor minimal harus dua suku kata.

“Nama harus selaras dengan pelayanan publik lainnya,” tandas Dirjen Zudan. Dukcapil (Red)

Sumber : dukcapil.kemendagri.go.id

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Lindungi Masyarakat Usia Produktif di Sumatera Barat, Jasa Raharja Perkuat Gerakan Keselamatan Berlalu Lintas  

31 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Tiga Polda Ikuti Pelatihan RAR Korlantas, Asah Kemampuan Evakuasi Korban Kecelakaan

31 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Pelatihan RAR Korlantas

Diskusi Bersama Wartawan, Muhammad Awaluddin Paparkan Transformasi Peran Jasa Raharja  

30 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Bareskrim Polri Bongkar Dugaan Impor Ilegal 1.257 Balpres di Subang

29 Oktober 2026 - 13:35 WIB

Impor Ilegal Balpres

Dugaan Korupsi Advertorial DKIPS Sulut, 3 Tersangka Ditahan

29 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Korupsi Advertorial

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Jasa Raharja Perkuat Integritas dan Kepedulian dalam Pelayanan  

28 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Trending di NEWS