KONTEKSBERITA.com – Ketua Umum Prabu Peduli Lingkungan, Carsa Hamdani, S.H., menegaskan bahwa perjalanan tujuh tahun menjaga komitmen lingkungan bukan hal yang mudah. Menurutnya, seluruh gerakan yang dilakukan berawal dari dorongan mandiri dan mampu bertahan hingga kini merupakan pencapaian luar biasa sebagai sahabat penjaga bumi.
“Prabu Peduli Lingkungan dilaksanakan, kehadirannya menjadi sahabat lokal yang menjadikan jargon sahabat bumi,” ujar Carsa Hamdani di lokasi Makam Mbah Raden Kebluk, Ciketing Sumur Batu.
Hal senada diungkapkan Sekretaris Umum Prabu Peduli Lingkungan, Ir. Rido, pada Rabu (28/10/2026). Dalam sambutannya, ia mengatakan, di tempat yang sakral dan hijau dengan dikelilingi pegunungan sampah ini, pihaknya akan menyampaikan maksud dan tujuan Milad Prabu Peduli Lingkungan ke-7 yang jatuh pada hari ini, Rabu, 28 Oktober 2026, dengan tema:
“Bermunajat Menjaga Alam Nusantara”

“Tema tersebut adalah seruan ekologis sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus panggilan jiwa untuk melestarikan bumi Indonesia,” ungkapnya.
Munajat ini bukan sekadar doa di atas sajadah, melainkan sebuah komitmen mendalam untuk menjaga keseimbangan ekosistem, kekayaan hayati, dan keindahan alam yang telah diamanahkan kepada kita.
“Di tengah tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, kami mengajak untuk mengetuk pintu langit yang diiringi dengan aksi nyata sebagai kunci untuk merawat tanah air tempat kita dilahirkan,” pungkasnya.
Pada acara Milad Prabu Peduli Lingkungan ke-7 dilaksanakan pula doa bersama, Ikrar Sumpah Pemuda, santunan anak yatim piatu, dan penanaman pohon sebagai simbol penghijauan lingkungan.
(Red/Sky)




















