KONTEKSBERITA.com – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meminta seluruh pihak, baik masyarakat maupun pelaku usaha, menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut disampaikan seiring meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat pengaruh fenomena El Nino.
Menurut Raja Juli, aparat penegak hukum akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang masih menggunakan metode pembakaran untuk membuka lahan karena dinilai berisiko memicu karhutla.
Ia menyebutkan, kondisi karhutla di Indonesia saat ini perlu mendapat perhatian serius. Hingga Mei 2026, luas lahan yang terdampak kebakaran tercatat mencapai sekitar 81 ribu hektare, dipengaruhi cuaca panas dan gejala El Nino yang mulai terasa.
Raja Juli juga mengungkapkan adanya pembaruan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait perkembangan El Nino. Jika sebelumnya intensitas El Nino diperkirakan berada pada level rendah hingga moderat, kini fenomena tersebut diprediksi menguat mulai Juli 2026.
Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus memperkuat langkah mitigasi. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari operasi modifikasi cuaca hingga pembangunan sekat kanal di sejumlah kawasan yang rawan terjadi kebakaran.
Pemerintah berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dapat menekan risiko karhutla sehingga dampak yang ditimbulkan tidak semakin meluas pada musim kemarau tahun ini.
(Red)














