KPAI Dorong MBG Diprioritaskan untuk Wilayah Tertinggal       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 28 Jan 2026 13:12 WIB ·

KPAI Dorong MBG Diprioritaskan untuk Wilayah Tertinggal


Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra. (Dok: Istimewa) Perbesar

Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah untuk memprioritaskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026 di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, menegaskan bahwa tahap awal program sebaiknya difokuskan pada daerah yang rawan pangan dan memiliki tingkat kerentanan ekonomi yang tinggi. “Wilayah 3T harus menjadi prioritas utama,” ujarnya pada Selasa (27/1/2026).

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Bahas Evaluasi Direksi BUMN dan Isu Kemanusiaan Palestina di Istana Merdeka

Selain penentuan wilayah sasaran, KPAI juga menekankan pentingnya evaluasi tata kelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Langkah ini dinilai perlu untuk mencegah terjadinya kasus keracunan makanan. KPAI mendorong agar BGN melibatkan kantin sekolah yang telah tersertifikasi guna meminimalkan risiko kontaminasi silang.

KPAI turut menilai pentingnya pelibatan anak dalam pelaksanaan Program MBG. Survei dan mekanisme umpan balik yang melibatkan anak dinilai dapat mengukur penerimaan program sekaligus memberikan rasa aman. Anak juga diharapkan dapat dilibatkan dalam perencanaan menu makanan.

BACA JUGA:  Tuntut Ganti Rugi, Warga Hentikan Truk Proyek Tol Japek 2 Selatan

Lebih lanjut, kolaborasi lintas sektor disebut sebagai kunci untuk menjamin kualitas gizi dan higienitas makanan. Menurut KPAI, edukasi gizi yang menyeluruh serta pembiasaan pola hidup bersih dan sehat harus berjalan seiring dengan distribusi makanan.

KPAI juga mengimbau pemerintah untuk menyediakan kanal pengaduan Program MBG yang mudah diakses oleh masyarakat dan orang tua sebagai bentuk pengawasan bersama.

BACA JUGA:  Kota Bandung Gelorakan Semangat Diplomasi Asia-Afrika Lewat Pertemuan Pramuka Internasional

Hingga 19 Januari 2026, tercatat sebanyak 21.102 SPPG telah beroperasi dan menjangkau 58,3 juta penerima manfaat Program MBG, dengan total dana operasional harian mencapai Rp855 miliar.

 

(Red)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Komisi V DPR RI Tinjau Flyover Bulak Kapal, Pemkot Bekasi Dorong Percepatan Infrastruktur

24 Mei 2026 - 10:36 WIB

Kades dan Tokoh Masyarakat Apresiasi Pemilihan BPD Lubangbuaya Berjalan Lancar dan Kondusif

23 Mei 2026 - 18:58 WIB

Pemilihan BPD Lubangbuaya

Perjalanan Kharis Gultom dari Akademisi hingga Pengarang Lagu

23 Mei 2026 - 17:06 WIB

Jasa Raharja Perkuat Sinergi Penanganan Korban Kecelakaan Lalu Lintas

23 Mei 2026 - 12:23 WIB

Harkitnas 2026 Momentum Penguatan Pelayanan yang Adaptif dan Responsif

22 Mei 2026 - 08:57 WIB

Jamaludin Usung Transparansi dan Kesejahteraan Warga

21 Mei 2026 - 10:12 WIB

Trending di NEWS