Pemerintah Longgarkan Impor untuk 10 Komoditas Prioritas Ini       

Menu ✖

Mode Gelap

NEWS · 30 Jun 2025 16:38 WIB ·

Pemerintah Longgarkan Impor untuk 10 Komoditas Prioritas Ini


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangan pers. (Dok: Istimewa) Perbesar

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangan pers. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Pemerintah resmi menetapkan kebijakan relaksasi impor terhadap 10 komoditas sebagai bagian dari upaya deregulasi untuk memperkuat daya saing dan menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Kebijakan ini diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangan pers pada Senin (30/6).

Relaksasi ini merupakan tindak lanjut dari revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 yang kemudian disempurnakan melalui Permendag Nomor 16 Tahun 2025 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor.

BACA JUGA:  Atasi Sekolah Rawan Banjir, DCKTR Siapkan Desain Bangunan Khusus

Revisi tersebut disusun melalui masukan dari berbagai kementerian dan lembaga, asosiasi, serta pemangku kepentingan lainnya, dengan mempertimbangkan analisis dampak regulasi dan hasil rapat kerja teknis lintas sektor.

“Perubahan ketentuan larangan dan/atau pembatasan (lartas) ini mencakup relaksasi terhadap 10 komoditas yang dinilai strategis,” ujar Airlangga.

Kesepuluh komoditas yang mendapat relaksasi impor antara lain:

1. Produk kehutanan (tidak dikenakan lartas),

2. Pupuk bersubsidi (tidak dikenakan lartas),

3. Bahan baku plastik (tidak dikenakan lartas),

BACA JUGA:  Didampingi Kapolsek Cikarang Barat, Wakapolres Metro Bekasi Resmikan Groundbreaking SPPG Polri

4. Bahan bakar lainnya (tidak dikenakan lartas),

5. Sakarin, siklamat, dan preparat bau-bauan mengandung alkohol (hanya wajib diperiksa Lembaga Surveyor),

6. Bahan kimia tertentu (hanya wajib diperiksa Lembaga Surveyor),

7. Mutiara (hanya wajib diperiksa Lembaga Surveyor),

8. Food tray (tidak dikenakan lartas),

9. Alas kaki (hanya wajib diperiksa Lembaga Surveyor),

10. Sepeda roda dua dan roda tiga (hanya wajib diperiksa Lembaga Surveyor).

Airlangga menegaskan, kebijakan ini merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi dinamika perdagangan dan ketidakpastian ekonomi global.

BACA JUGA:  Moment Ramadhan, Disperkimtan Bagi-Bagi Takjil Gratis

Tujuannya adalah untuk mempermudah pelaku usaha dalam memperoleh bahan baku, meningkatkan efisiensi industri, serta mendorong penciptaan lapangan kerja.

“Pemerintah ingin menciptakan ekosistem yang mendukung investasi, terutama pada sektor padat karya. Ini menjadi bagian dari strategi menjaga pertumbuhan ekonomi nasional,” tambahnya.

Sebagai bagian dari langkah lanjutan, pemerintah juga menyiapkan berbagai kebijakan deregulasi lain, termasuk percepatan kemudahan perizinan berusaha.

 

(Red)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

222 Teknisi PLN UID Jabar Cetak Rekor MURI Pemeliharaan Listrik Tanpa Padam di Kuningan

25 September 2026 - 18:07 WIB

PLN UID Jabar

Modus Liburan, PMI Ilegal Hendak Dikirim ke Korea

25 September 2026 - 11:06 WIB

PMI Ilegal

Kontestasi Pilkades Usai, Garda Pasundan DPC Cikarang Barat Ajak Semua Pihak Kembali Bangun Semangat Kebersamaan

24 September 2026 - 20:02 WIB

Kawal Masa Depan Pelajar, Sat Narkoba dan Dokes Polres Metro Bekasi Tes Urine Siswa SMK Bina Nusa

24 September 2026 - 14:36 WIB

Dokes Polres Metro Bekasi

Polsek Setu Gencarkan Polisi Pendamping Pelajar di Yayasan Mutiara Jaya Cijengkol

24 September 2026 - 12:16 WIB

Polisi Pendamping Pelajar

Jaringan Pod Getar Malaysia Dibongkar, 295 Barang Bukti Disita

24 September 2026 - 12:00 WIB

Pod Getar Malaysia
Trending di NEWS