KDM dan Zulhas Resmikan Program Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 16 Mei 2025 16:52 WIB ·

KDM dan Zulhas Resmikan Program Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih


Peluncuran program strategis Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). (Dok: Istimewa) Perbesar

Peluncuran program strategis Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia secara resmi meluncurkan program strategis Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Peluncuran program tersebut dilaksanakan di Hall Indoor Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, pada Kamis (15/5/2025).

Acara ini dihadiri lebih dari 6.000 peserta secara hybrid, yang terdiri dari kepala desa/kelurahan, camat, bupati/wali kota se-Jawa Barat, serta perwakilan dari berbagai kementerian strategis.

Program KDMP merupakan bagian dari pelaksanaan Gerakan Nasional Koperasi Merah Putih, sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.

Target dari program ini adalah terbentuknya 80.000 koperasi yang aktif dan sehat di seluruh Indonesia.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih merupakan perwujudan nyata dari ekonomi kerakyatan.

Ia menekankan bahwa koperasi ini tidak berafiliasi dengan kepentingan politik, melainkan sepenuhnya ditujukan untuk kesejahteraan rakyat dan kepentingan negara.

BACA JUGA:  Bolehkah Mencoblos Jika Sudah Lewat Pukul 13.00?

“Koperasi ini tidak membawa warna biru, merah, ataupun hijau. Koperasi ini berwarna merah-putih, artinya semata-mata untuk kepentingan negara,” tegas Dedi.

Gubernur yang akrab disapa KDM itu menjelaskan bahwa koperasi desa harus menjadi pusat produksi dan distribusi berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari bahan pangan, pupuk, layanan kesehatan, pakaian, hingga daging saat hari raya.

“Uangnya akan berputar dari desa ke desa, dari kelurahan ke kelurahan, dari tangan rakyat kembali ke tangan rakyat,” tambahnya.

KDM juga menekankan pentingnya integritas pengurus koperasi agar program ini berjalan dengan sukses.

Ia mengusulkan sistem pengelolaan keuangan koperasi berbasis digital melalui mekanisme e-budgeting guna mencegah penyalahgunaan dana tunai.

“Saya mengusulkan agar seluruh pengelolaan keuangan menggunakan e-budgeting, tidak lagi memakai uang tunai. Karena uang tunai itu godaannya besar,” ujarnya.

BACA JUGA:  Puluhan Warga Jamaah Masjid Jamie Nurrul Jannah Lubangbuaya Setu Gelar Doa Bersama untuk Polri

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa percepatan pembentukan KDMP merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Program ini bertujuan utama untuk mengentaskan kemiskinan, memperkuat ketahanan pangan, serta memastikan pemenuhan gizi dan peningkatan kecerdasan masyarakat desa.

“Tidak boleh ada desa yang miskin, tidak sehat, kurang gizi, atau tidak cerdas. Koperasi Merah Putih hadir untuk memastikan semua itu tercapai,” ujar Zulkifli.

Ia juga mengapresiasi langkah Provinsi Jawa Barat yang dinilainya sebagai pelopor dalam merealisasikan program ini.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina, melaporkan bahwa dari target 5.957 koperasi, sebanyak 5.706 koperasi telah siap dibentuk.

Jumlah tersebut terdiri atas koperasi baru sebanyak 5.349 unit, pengembangan koperasi sebanyak 347 unit, serta revitalisasi koperasi sebanyak 10 unit.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Resmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Wujud Modernisasi Transportasi Jakarta

Namun, masih terdapat 3.648 desa/kelurahan yang belum melaksanakan musyawarah desa (mudes) khusus sebagai tahapan awal pembentukan koperasi.

Sementara itu, 336 koperasi sedang dalam proses pengesahan akta notaris, dan delapan koperasi di antaranya telah resmi berbadan hukum.

KDMP dirancang sebagai motor penggerak ekonomi desa sekaligus pilar ketahanan nasional yang berbasis pada semangat gotong royong.

Peluncuran nasional program ini dijadwalkan berlangsung pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional.

Selain sebagai sarana distribusi ekonomi, koperasi desa juga diharapkan menjadi simbol kedaulatan rakyat.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat optimistis bahwa program ini mampu menutup kesenjangan sosial dan menjamin kesejahteraan, kesehatan, serta kemandirian masyarakat desa.

 

(Red)

*Update Berita Lainnya di Google News.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Rangkap Panitia Pilkades dan Pemilihan BPD Mekarwangi Disorot

14 Mei 2026 - 18:26 WIB

Panitia Pilkades Mekarwangi

Tahapan Penetapan Calon BPD Lubangbuaya Selesai, Pemilihan Digelar 23 Mei 2026

14 Mei 2026 - 14:45 WIB

Calon BPD Lubangbuaya

Prabowo Tegaskan Komitmen Selamatkan Aset Negara, Rp10,27 Triliun Masuk Kas Negara

14 Mei 2026 - 13:03 WIB

Kas Negara

Unbor Bentuk KPSD Sementara di Desa Cipambuan

13 Mei 2026 - 23:07 WIB

Panitia Pilkades Ragemanunggal Terbentuk, Kades dan BPD Tekankan Netralitas dan Kondusivitas

13 Mei 2026 - 18:57 WIB

Panitia Pilkades Ragemanunggal

Desa Kertarahayu Resmi Gelar Pembentukan Panitia Pilkades 2026-2034

13 Mei 2026 - 18:45 WIB

Panitia Pilkades Kertarahayu
Trending di NEWS