Diduga Pungli PTSL, Warga Medan Satria Kota Bekasi Ngaku Dimintai Biaya Hingga Rp16 Juta       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 12 Nov 2024 13:15 WIB ·

Diduga Pungli PTSL, Warga Medan Satria Kota Bekasi Ngaku Dimintai Biaya Hingga Rp16 Juta


Dugaan Pungli Program PTSL Kota Bekasi. (Dok: Iatimewa) Perbesar

Dugaan Pungli Program PTSL Kota Bekasi. (Dok: Iatimewa)

KONTEKSBERITA.com – Dugaan Pengutan Liar (Pungli) dalam Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kota Bekasi, Jawa Barat, kembali terjadi.

Kali ini, dugaan pungli PTSL tersebut, terjadi di Medan Satria, Kota Bekasi, dengan membebankan warganya yang hendak mengurus sertifikat melalui Program PTSL dengan biaya hingga jutaan rupiah.

Melansir BacainD.com, salah seorang warga di RT 02 RW 03 Kelurahan setempah mengungkapkan, biaya pembuatan sertifikat dalam program PTSL bervariasi, alias tergantung luasan tanah yang akan diurus sertifikatnya.

“(Diduga-red) Biaya ke kelurahan bervariasi. Awalnya patungan 10 orang, Rp15 juta. Jadi sekitar Rp1.500.000 per orang, lalu dilihat luas tanahnya, dan dirinci. Saya sendiri kena Rp6 juta,” kata warga tersebut yang telah bermukim sejak 1992 dan enggan namanya untuk dipublikasikan.

BACA JUGA:  Dapat Kuota Terbesar, BRI Optimistis Salurkan KUR 2024 Rp165 Triliun

Pengakuan mengejutkan ini disampaikan dalam sebuah video investigasi yang merekam kesaksian warga dan menyebutkan besaran biaya program PTSL dihitung permeter luas tanah.

Bukan hanya biaya yang memberatkan, warga juga mengeluhkan lamanya proses.

“Ah lama itu mah, orang bilangnya lama yang ngurus,” keluhnya.

Selain itu dugaan pungli ini bukan hanya terjadi di satu titik. Warga lain dari RT 04 RW 03 masih di Kelurahan yang sama, mengaku diminta Rp 16 juta untuk ikut program PTSL.

“Saya sekalian balik nama, diminta Rp16 juta,” tuturnya.

Tidak hanya itu, dugaan pungli yang mengakibatkan warga batal ikut program PTSL juga terjadi di wilayah Kelurahan Medan Satria.

Seperti warga RT.06 RW.03 yang tinggal di Medan Satria sejak 1996, mengaku enggan mengikuti program PTSL karena biaya yang exorbitant.

BACA JUGA:  Kejari Kabupaten Bekasi Coffee Morning Bareng Insan Pers, Paparkan Capaian Kinerja di 2024

“Waktu itu pada kumpul ada RT dan Lurah juga, bilang tergantung luas tanah. Bilangnya harga per meter gitu, terus saya ga mau. Lurah bilang, iya nanti saja tahun 2025 ada pemutihan lagi. Kirain cuma Rp2 juta atau Rp3 juta, eh ternyata Rp8 juta. Banyak pengeluaran, ga jadilah saya,” ungkapnya kecewa.

Ia juga menyebut, diwilayah RT.06 RW.03 banyak warga yang batal ikut program PTSL karena harga yang fantastis.

“Banyak warga di RT.06 RW.03 membatalkan ikut PTSL karena mahal. Yang tanahnya kecil berani maju, kalau punya tanah luas seperti keluarga besar kami, orang Betawi, kami pikir-pikir dulu dah,” ujarnya.

BACA JUGA:  LSM GNRI DPW DKI Jakarta Resmi Terdaftar di Bakesbangpol Provinsi DKI Jakarta

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Lurah Medan Satria, Wawan Darmawan mengaku program PTSL di wilayahnya sudah dijalankan sesuai aturan.

“Saya sudah menyampaikan ke warga biayanya Rp150 ribu,” ujar Lurah.

Pengakuan Lurah Medan Satria ini berbanding terbalik dengan yang disampaikan warga Medan Satria.

Temuan ini menimbulkan pertanyaan serius terkait transparansi dan integritas pelaksanaan program PTSL yang digagas oleh Pemerintah Pusat melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang menyebut program PTSL hanya membayar administrasi sebesar Rp150 ribu.

Dugaan pungli yang mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah ini jelas mencederai tujuan mulia program PTSL untuk memberikan kepastian hukum kepemilikan tanah bagi masyarakat.

 

(Sky)

*Update Berita Lainnya di Google News.

Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Arus Balik Lebaran 2026 Terkendali, Jalur Trans Jawa Kembali Normal

26 Maret 2026 - 01:21 WIB

Jalur Trans Jawa

Pantau Arus Balik, Seskab dan Menhub Turun Langsung ke Terminal Pulo Gebang

25 Maret 2026 - 14:58 WIB

Terminal Pulo Gebang

Pasca Libur Lebaran 2026, Pemkot Bekasi Terapkan Sistem Kerja Fleksibel bagi ASN

25 Maret 2026 - 14:54 WIB

H+4 Lebaran, Arus Balik Jakarta–Cikampek Terpantau Lancar

25 Maret 2026 - 10:06 WIB

Tol Jakarta-Cikampek

ldul Fitri 2026, Jasa Raharja Catat Penurunan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

24 Maret 2026 - 18:33 WIB

Advokat Senior Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi dan Penegakan Hukum Berkeadilan

24 Maret 2026 - 11:53 WIB

Trending di NEWS