Warga Mengeluh Terkait Data BPNT dan PKH, Kaur Kesra Desa Cibening Setu Bertanggungjawab       

Menu

Mode Gelap

NEWS · 15 Jun 2024 15:50 WIB ·

Warga Mengeluh Terkait Data BPNT dan PKH, Kaur Kesra Desa Cibening Setu Bertanggungjawab


Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) Desa Cibening Sekaligus Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) , Santi. (Dok: Istimewa) Perbesar

Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) Desa Cibening Sekaligus Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) , Santi. (Dok: Istimewa)

KONTEKSBERITA.com – BPNT adalah Bantuan Pemerintah Non Tunai, yaitu bantuan yang diberikan Pemerintah berupa sembako atau sering disebut Non PKH sedangkan PKH adalah Program Keluarga Harapan, yaitu bantuan yang diberikan pemerintah berupa uang tunai.

Sedangkan penyaluran kepada masyarakat penerima manfaat terkadang tidak merata dan tidak tepat sasaran, seperti yang terjadi di Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

BACA JUGA:  LKPI: Melki Laka Lena-Johni Asadoma Ungguli Survei Pemilihan Cagub-Cawagub NTT 2024

Salah satu warga Cibening, Ab (28), mengatakan selama ini dirinya dan warga lain belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, padahal pernah didata oleh pihak desa yang menjanjikan akan mendapatkan bantuan berupa sembako dan uang tunai.

“Ada juga warga yang dapat terus selanjutnya tidak lagi mendapatkan bantuan, jadi kemana data itu menghilang,” ungkapnya. Sabtu (15/6/2024).

“Saya pernah didatangi orang desa mau dapat bantuan pemerintah, tapi sampai saat ini belum juga dapat. Padahal tetangga desa sudah mendapatkan beras dan uang tunai,” tambahnya.

BACA JUGA:  Pelaku yang Paksa Siswa SMK Sujud dan Menggoggong Akhirnya Ditangkap Polisi

Sementara Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) Desa Cibening Sekaligus Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) , Santi, mengatakan bahwa Desa Cibening hanya mendapatkan bantuan PKH 230 Orang dan BPNT sebanyak 110 orang.

“Sedangkan jumlah penduduk 900.000 Jiwa. Ini menjadi PR untuk kami sikapi agar yang layak mendapatkan bantuan dapat terealisasikan, dengan mengajukan ke Kemensos. Adapun di acc atau tidak itu kebijakannya Kemensos,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Kades Cikarageman Ajak Warga Ramaikan Botram di Alun-alun Edu Forest

“Saya bertanggungjawab atas kegiatan ini, maka dari itu kami terus berupaya mengajukan ke Kemensos agar masyarakat yang berhak mendapatkan akan dapat bantuan,” ungkapnya.

 

Penulis : Sukayat

*Update Berita Lainnya di Google News.

Artikel ini telah dibaca 82 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tiga Lembaga Gagas, Sosialisasikan Perlindungan Hukum Penelantaran Rumah Tangga

26 Januari 2026 - 14:22 WIB

HK Damin Sada: Pluralisme adalah Akar Sejarah dan Identitas Bekasi

26 Januari 2026 - 12:23 WIB

BGN Tegaskan Tak Ada Kebijakan Pengadaan Susu Secara Khusus dalam Program MBG

26 Januari 2026 - 09:59 WIB

Susu MBG

Meski Jalan Provinsi, Wali Kota Bekasi Pastikan Penanganan Cepat

25 Januari 2026 - 07:59 WIB

Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 Diproyeksikan Fungsional saat Idulfitri 2026

24 Januari 2026 - 13:51 WIB

Panen Emas Merah Putih di Hari Ketiga ASEAN Para Games 2025

24 Januari 2026 - 11:19 WIB

ASEAN Para Games
Trending di NEWS